Komisi IV DPRD Sumenep Pastikan Mengawal Nasib Honorer di Dinas Kesehatan

Redaksi Nolesa

Selasa, 4 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non Nakes (FKHN) melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

FKHN Sumenep ini mendatangi kantor DPRD pada Senin 3 Oktober 2022.

Kehadiran perwakilan tenaga honorer Nakes dan non Nakes tersebut tidak lain tujuannya untuk memperjuangkan haknya. Terutama soal rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal mereka sudah puluhan tahun mengabdi meskipun dengan gajih yang tak layak.

Pertemuan di ruang Komisi IV itu diawali dengan cucuran air mata dari salah seorang perempuan cantik yang sedang duduk di kursi ruang Komisi IV DPRD Sumenep.

Perempuan tersebut diketahui bernama Erlin Susianti. Ia bersama rekannya mewakili 1.238 tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes yang sudah puluhan tahun tak mendapatkan gaji layak dari pemerintah.

Baca Juga :  Berbaur dengan Warga, Ji Hilman Ikut Kegiatan Jumat Bersih

Akhirnya para honorer yang sudah puluhan tahun bekerja di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep itu, mengadukan nasibnya ke Komisi IV DPRD Sumenep.

Pasalnya para pejuang kesehatan itu tidak bisa ikut proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Apa salah kami ? dan apa kekurangan kami pak ? sudah puluhan tahun kami bekerja, tapi kenapa kami tidak dilirik oleh pemerintah. Kami ikhlas meninggalkan orang tua dan keluarga. Mohon saya diperhatikan, permudah jalan kami dengan teman-teman,” ucap Erlin Susianti dengan suara parau sembari menangis.

“Untuk Pak Dewan dan perwakilan Dinkes, saya ke sini nyembe’e (sungkem) Pak, orang tua saya bukan orang kaya, anaknya di sekolahkan agar berguna bagi masyarakat,” imbuhnya dengan nasa kesal.

Baca Juga :  Ada 99 Pengusulan Penghapusan Aset Pemkab Sumenep, Begini Prosedurnya
Mata Erlin Susianti terlihat sembab ketika menyampaikan nasib dirinya beserta rekannya sesama honorer di Dinkes, Senin 3/10/2022

Erlin Susianti juga membeberkan jika satu dari 1.238 tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes yang tak digaji.

Dia juga mengaku diantara temannya yang sudah masa kerjanya sejak tahun 2006, hanya mendapat upah antara Rp100 ribu – Rp300 ribu setiap bulan.

Belum lagi mereka dibenturkan dengan usia dan aturan lain sehingga tidak bisa ikut serta dalam proses rekrutmen ASN maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Pihak DPRD pun memanggil unsur Dinkes Sumenep untuk ikut mencari solusi dari persoalan yang mereka alami.

Baca Juga :  Kunjungi Warga Terdampak Banjir, Bupati Fauzi Serahkan Paket Sembako

Hadir Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Moh. Nur Insan bersama dua ASN Dinkes.

Sementara, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep Abu Hasan memastikan akan mengeluarkan kebijakan politik untuk mengakomodir persoalan tenaga kesehatan dan non kesehatan yang tidak digaji tersebut.

“Ini memang perlu untuk dikeluarkan kebijakan politik bagi para pahlawan kesehatan itu,” ujar politisi PKB itu.

Dia menilai peristiwa tersebut sangat lucu ketika pemerintah mempekerjakan rakyatnya, tapi tidak diatur dengan formulasi gajinya.

“Dari rapat tadi, Dinkes minta waktu dua pekan kedepan. Jika tidak ada hasil, kami Komisi IV akan mengeluarkan kebijakan politik,” tutup Abu Hasan.(*)


 

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton
Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi
BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU
Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas
Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Ayam Bekisar Lewat Lomba Nasional
Kopi Surga PC ISNU Sumenep, Sajikan Kopi Gratis di Malam Puncak HSN 2026
Cegah Kebakaran, Warga Sumenep Diminta Hindari Pembakaran Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:11 WIB

BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB