Connect with us

Pendidikan

Gandeng PAUD Nyemuh, Kelompok 47 KKN 108 UIN SUKA Mengadakan Sekolah Alam

Redaksi Nolesa

Published

on

Kelompok 47 KKN UIN SUKA Yogyakarta mengajak siswa PAUD Nyemuh mengenal alam, Selasa, 26/7/2022 (Foto: nolesa.com)

Gunu Kidul, NOLESA.com — Manusia dan alam adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Untuk kehidupan yang berkelanjutan, manusia dan alam harus hidup berdampingan.

Inilah yang menjadi motivasi bagi Mahasiswa Universitas Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dukuh Nyemuh Kelurahan Kerambil Sawit Gunung Kidul mengadakan Sekolah Alam.

KKN 108 UIN SUKA di Dukuh Nyemuh Kelurahan Kerambil Sawit Gunung Kidul ini masuk dalam kelompok 47.

Baca Juga :  Pesan-pesan Bupati Fauzi ketika Menghadiri Wisuda INSTIKA

Ketua Kelompok 47 KKN 108 UIN SUKA Yogyakarta Ahmad Farisi mengatakan untuk mewujudkan visi penyatuan alam dan manusia perlu adanya kesadaran bahwa manusia sebagai subjek kehidupan harus mampu memperlakukan alam secara baik, tepat guna, dan tidak berlebihan sehingga alam tetap dalam keseimbangan.

Untuk itu, Kelompok 47 KKN 108 UIN SUKA Yogyakarta yang bertempat di Dukuh Nyemuh, Kelurahan Kerambilsawit berinisiatif mengadakan Sekolah Alam yang bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nyemuh.

Baca Juga :  Kembangkan Interpreneurship Mandiri dan Inovatif Mahasiswa, Ini yang Dilakukan IST Annuqayah

Sekolah Alam ini dilaksanakan pada Selasa, 26 Juli 2022, pagi. Kegiatan tersebut dimulai dengan terlebih dahulu membaca doa di dalam kelas.

“Setelah itu dilanjutkan dengan berkegiatan di alam terbuka,” kata Ketua Kelompok 47 Ahmad Farisi.

Mahasiswa asal Sumenep itu mengungkapkan kegiatan Sekolah Alam itu disambut dengan gembira oleh siswa-siswa PAUD Nyemuh. Itu terlihat siswa-siswa merasa senang mengikuti kegiatan itu.

Selama di lokasi kegiatan, lanjut mahasiswa jurusan Hukum dan Tata Negara itu, rangkaian kegiatan kegiatan Sekolah Alam meliputi banyak hal, diantaranya memperkenalkan nama dan jenis pohon, tumbuh-tumbuhan, bunga dan jenis tumbuhan lainnya.

Baca Juga :  Perihal Humor Pernah Dikerjai Mahasiswa dari Madura: Cerita Prof. Putu Wijana di Seminar Nasional FBS UNY

“Semua itu dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta anak pada alam sehingga nantinya generasi muda yang akan datang bisa hidup harmonis dengan alam itu sendiri,” paparnya.

“Harapannya tentu tak lain adalah menumbuhkan rasa cinta anak pada alam, karena alam adalah sekolah terbaik,” pungkasnya.(*)


Penulis : Ebet

Editor : Aris

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending