DPRD Sumenep Minta Pemkab Bergerak Tekan PMI Ilegal

Redaksi Nolesa

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Sumenep Minta Pemkab Bergerak Tekan PMI Ilegal (Foto: Istimewa)

DPRD Sumenep Minta Pemkab Bergerak Tekan PMI Ilegal (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep meminta Pemkab Sumenep untuk memperluas edukasi terkait prosedur resmi bekerja ke luar negeri.

Upaya ini dinilai penting untuk menekan angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang masih marak terjadi selama ini.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, mengatakan bahwa minimnya pemahaman masyarakat menjadi salah satu penyebab utama tingginya keberangkatan PMI non-prosedural. Karena itu, sosialisasi harus dilakukan lebih intensif dan menjangkau hingga ke tingkat desa.

“Kami mendorong agar edukasi terkait prosedur resmi ini benar-benar diperluas, sehingga masyarakat tidak lagi tergiur berangkat secara ilegal,” kata Juhari, Rabu, 25 Maret 2026.

Menurut legislator PPP itu bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi memberikan banyak keuntungan, terutama dari sisi perlindungan hukum dan jaminan keselamatan kerja.

Sebaliknya, jalur ilegal justru menempatkan pekerja pada risiko tinggi, mulai dari eksploitasi hingga masalah hukum di negara tujuan.

Baca Juga :  Inilah Strategi Bupati Lukman untuk Cetak Atlet Unggul di Bangkalan

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep juga mengakui bahwa praktik PMI ilegal masih kerap terjadi. Meski berbagai upaya sosialisasi telah dilakukan, masih ada warga yang memilih berangkat tanpa mengikuti prosedur yang berlaku.

Salah satu modus yang sering digunakan adalah penyalahgunaan visa wisata untuk bekerja di luar negeri. Negara tujuan yang paling banyak diminati antara lain Malaysia dan Arab Saudi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat pada tahun 2026 tercatat sedikitnya lima PMI asal Sumenep meninggal dunia saat bekerja di luar negeri. Mereka berasal dari sejumlah wilayah seperti Pulau Kangean, Ambunten, Raas, dan Guluk-Guluk.

Baca Juga :  Ketua Forsa IKSABAD Mengapresiasi Muharram Berbagi oleh Orda Annuqayah

Juhari menegaskan, peningkatan edukasi diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengikuti prosedur resmi. Dengan demikian, para pekerja migran asal Sumenep dapat bekerja dengan aman, nyaman, serta mendapatkan perlindungan hukum yang layak di negara tujuan.

“Ini bukan hanya soal bekerja, tetapi soal keselamatan dan masa depan masyarakat kita,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kabupaten Batang Kejar Lompatan Besar di Porprov 2026, Butuh Sekitar 25 Medali Emas
Di Lumajang, Ketua DPD PDIP Jatim Tegaskan Kekuatan Partai
Mahasiswa Universitas Annuqayah Borong Juara I dan II Lomba Video Konten Literasi
80 Persen Wajah Baru, Berikut Daftar Pengurus JMSI Jatim Periode 2025-2030
Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Enam Poket Sabu Disita, Dua Pemuda Diciduk Satresnarkoba Sumenep
Tak Terhenti oleh PK dan Perlawanan, Eksekusi Putusan Inkracht Tetap Dilaksanakan
Pelantikan JMSI Jatim Dihadiri Dewan Pers

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:08 WIB

Kabupaten Batang Kejar Lompatan Besar di Porprov 2026, Butuh Sekitar 25 Medali Emas

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Di Lumajang, Ketua DPD PDIP Jatim Tegaskan Kekuatan Partai

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:54 WIB

Mahasiswa Universitas Annuqayah Borong Juara I dan II Lomba Video Konten Literasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:07 WIB

80 Persen Wajah Baru, Berikut Daftar Pengurus JMSI Jatim Periode 2025-2030

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

Ketua DPD PDIP Jawa Timur, MH Said Abdullah (Foto: Istimewa)

Politik

Di Lumajang, Ketua DPD PDIP Jatim Tegaskan Kekuatan Partai

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:52 WIB

(for NOLESA.COM)

Puisi

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB