JAKARTA, NOLESA.COM – Sering terjadi macet dalam selama arus mudik Idulfitri 1447 H, anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, mengingatkan komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor karya.
Imas legislator PKB ini menagih komitmen BUMN Karya dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.
Kali ini Imas menyoroti kemacetan parah yang terjadi di sejumlah titik vital jalur mudik yang dinilai sangat merugikan para pemudik, baik dari sisi waktu, biaya, maupun keselamatan perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“BUMN karya harus hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan. Komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak dan nyaman harus benar-benar diwujudkan, apalagi ini momentum mudik yang sangat krusial bagi masyarakat,” kata Imas di Jakarta Selasa kemarin, 13 Maret 2026.
Tak hanya itu, Imas juga menyoroti masih adanya kondisi jalan rusak dan pekerjaan proyek yang belum sepenuhnya rampung di beberapa titik jalur mudik, yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Ini tidak bisa dianggap sepele. Jalan berlubang, perbaikan yang belum selesai, serta minimnya penerangan di beberapa ruas menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pemudik,” ujarnya.
Imas mendesak BUMN karya untuk segera melakukan langkah cepat dan konkret, termasuk percepatan perbaikan jalan, optimalisasi manajemen lalu lintas di titik rawan macet, serta peningkatan fasilitas pendukung seperti rest area dan penerangan jalan.
Imas juga meminta adanya koordinasi intensif antara BUMN karya dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah agar penanganan arus mudik berjalan terpadu dan responsif.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari lemahnya koordinasi dan lambannya respons. Mudik adalah momen kebahagiaan, negara harus memastikan perjalanan mereka aman dan nyaman,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“BUMN karya harus siaga penuh. Jika diperlukan, lakukan rekayasa lalu lintas tambahan, percepatan perbaikan darurat, hingga penambahan petugas di lapangan,” pungkasnya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan dan laporan masyarakat, kemacetan panjang dan jalan berlibang terpantau di sejumlah ruas strategis, antara lain:
1. Jalur Pantura, khususnya di wilayah Brebes–Tegal hingga Pekalongan.
2. Tol Trans Jawa, terutama di titik rest area.
3. Tol Tangerang-Merak, terutama di ruas tol Bitung, ruas tol Brebes, dan ruas tol Kayu Agung-Palembang yang banyak dipenuhi lubang.
4. Jalur selatan Jawa, seperti Tasikmalaya–Garut yang mengalami penyempitan jalan dan kepadatan kendaraan roda dua.
5. Jalur penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang.
6. Jalan Lintas Sumatera, terutama di ruas Sibolga-Pandan dan simpang Betung. (*)
Penulis : Arif










