Bersama Petani, Bupati Bangkalan Semai Masa Depan Pertanian Modern

Redaksi Nolesa

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan Lukman Hakim turun langsung meninjau proses penanaman padi di Dusun Kencat, Kelurahan Bancaran (Foto: Istimewa)

Bupati Bangkalan Lukman Hakim turun langsung meninjau proses penanaman padi di Dusun Kencat, Kelurahan Bancaran (Foto: Istimewa)

BANGKALAN, NOLESA.COM – Pagi itu, hamparan sawah di Dusun Kencat, Kelurahan Bancaran, Kabupaten Bangkalan, tampak berbeda dari biasanya. Deru mesin pertanian terdengar bersahutan di tengah petak-petak sawah yang mulai ditanami padi.

Sejumlah petani berdiri mengelilingi alat penanam padi modern atau rice transplanter yang bergerak perlahan membelah lumpur sawah.

Di tengah para petani, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, tampak ikut turun langsung ke lahan. Mengenakan pakaian sederhana dan sepatu bot, ia mencoba sendiri proses penanaman padi menggunakan mesin modern tersebut, pada Rabu, 16 Mei 2026, kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran orang nomor satu di Bangkalan itu bukan sekadar seremonial. Pemerintah Kabupaten Bangkalan sedang mendorong perubahan besar di sektor pertanian, yakni memperkenalkan teknologi modern kepada petani agar proses tanam menjadi lebih cepat, efisien, dan produktif.

Baca Juga :  Kader PMII Sumenep Sabet Juara 1 Orasi Mahasiswa Tingkat Jatim

Pada musim tanam tahun ini, Dinas Pertanian Bangkalan mulai mengenalkan metode penyemaian padi menggunakan tray dan sistem tanam memakai rice transplanter. Metode tersebut dinilai mampu mengurangi biaya operasional sekaligus menghemat waktu kerja petani.

“Upaya ini sangat penting untuk mengarahkan petani konvensional agar mulai memanfaatkan teknologi tepat guna. Dengan transplanter, proses penanaman bisa lebih cepat dan efisien,” ujar Lukman Hakim di sela kegiatan.

Bagi sebagian petani, penggunaan mesin penanam padi masih menjadi pengalaman baru. Namun, rasa penasaran perlahan berubah menjadi optimisme ketika mereka melihat proses tanam yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat.

Baca Juga :  Fenomena Cek Khodam, Mistisisme, dan Keraguan Masyarakat Sipil terhadap Perlindungan Negara

Modernisasi pertanian yang mulai diperkenalkan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan. Pemerintah daerah berharap sektor pertanian tidak hanya kuat di sisi produksi, tetapi juga mampu berkembang hingga sektor hilir.

Menurut Lukman, selama ini hasil panen padi petani Bangkalan banyak dijual ke luar daerah untuk diolah menjadi beras. Ironisnya, beras tersebut kemudian kembali dipasarkan ke Bangkalan dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Karena itu, pemerintah daerah ingin mendorong terbentuknya sistem hilirisasi pertanian agar hasil panen petani dapat diolah dan dipasarkan di daerah sendiri.

Baca Juga :  PKSPH FH UAD dan PAPDESI Menyelenggarakan FGD untuk Merivisi UU Desa

“Ke depan hasil panen padi harus bisa terserap untuk kebutuhan lokal sehingga perputaran ekonomi tetap berada di Bangkalan,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, hingga Mei 2026 luas panen padi di Bangkalan mencapai 3.468 hektare dengan rata-rata produktivitas sekitar 5,5 ton per hektare. Tahun ini, pemerintah daerah juga menargetkan tambahan areal tanam seluas 6.000 hektare sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Di tengah tantangan sektor pertanian yang terus berkembang, langkah kecil di sawah Dusun Kencat itu menjadi simbol perubahan. Bahwa pertanian tradisional perlahan mulai bergerak menuju masa depan yang lebih modern dan berdaya saing. (*)

Penulis : Robet

Berita Terkait

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara
Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton
Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi
BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU
Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas
Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Ayam Bekisar Lewat Lomba Nasional
Kopi Surga PC ISNU Sumenep, Sajikan Kopi Gratis di Malam Puncak HSN 2026

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:16 WIB

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB