SUMENEP, NOLESA.COM – Dalam upaya memperkuat struktur ekonomi daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mulai melakukan kajian mendalam terhadap sejumlah sektor ekonomi baru yang potensial.
Langkah ini diambil untuk mencari alternatif sumber pertumbuhan ekonomi selain sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi penopang utama.
Kajian ini mencakup pemetaan potensi di bidang ekonomi kreatif, digitalisasi UMKM, hingga pengembangan kawasan wisata yang belum tergarap secara maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bappeda memandang bahwa diversifikasi ekonomi sangat penting agar ketahanan ekonomi Kabupaten Sumenep tetap stabil di tengah fluktuasi pasar global.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menekankan bahwa inovasi dalam mencari sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan daerah adalah sebuah keharusan.
Menurutnya, Sumenep memiliki banyak aset “tertidur” yang jika dikaji secara ilmiah dan teknis dapat menjadi mesin ekonomi baru.
“Kita harus jeli melihat peluang. Sektor baru ini akan menjadi penggerak ekonomi masa depan Sumenep,” kata Arif Firmanto, Kamis, 8 Januari 2026.
Narasi kajian ini nantinya akan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa sektor yang akan dikembangkan memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.
“Tentunya juga sangat mantap jika mengintegrasikan potensi sektor ekonomi baru ini dengan kearifan lokal masyarakat Madura. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bersifat angka statistik, tetapi juga mampu meningkatkan standar hidup masyarakat di tingkat akar rumput,” tandasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono










