SUMENEP, NOLESA.COM –Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mulai mempertajam arah kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan generasi muda.
Menghadapi tantangan bonus demografi, Bappeda kini memprioritaskan penyusunan program pengembangan ekonomi kreatif guna mencetak wirausaha muda yang inovatif dan mandiri di ujung timur Pulau Madura.
Langkah strategis ini dilakukan dengan memetakan potensi kreativitas pemuda di berbagai sektor, mulai dari teknologi informasi, kriya, kuliner, hingga seni budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menyediakan wadah bagi ide-ide segar anak muda.
Menurutnya, pemuda adalah kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi baru di daerah.
“Kami ingin pemuda Sumenep tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi aktor utama pembangunan ekonomi melalui kreativitas,” ujar Arif Firmanto, Rabu, 14 Januari 2026.
Narasi besar yang diusung dalam perencanaan ini adalah mencegah terjadinya arus urbanisasi besar-besaran dengan cara menciptakan pusat-pusat ekonomi kreatif di tingkat lokal.
Bappeda mendorong setiap wilayah, termasuk kepulauan, untuk mengenali potensi uniknya yang bisa dikelola oleh kelompok pemuda agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.
Arif Firmanto menegaskan bahwa masa depan Sumenep sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah daerah mampu memberikan ruang bagi inovasi anak muda sejak dini.
“Investasi terbaik kita adalah menyiapkan ruang bagi pemuda untuk berinovasi dan membangun daerahnya sendiri,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









