Sumenep, NOLESA.com — Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur Achmad Fauzi mengakui opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diterima Pemkab Sumenep merupakan hasil kinerja semua pihak dalam mengelola keuangan daerah.
Salah satunya yang memiliki peran strategis adalah Inspektorat Kabupaten Sumenep. Berkat peran instansi yang dinakhodai R. Titik Suryati itu, Pemkab Sumenep bisa meraih kembali opini WTP dari BPK RI.
Inspektur Sumenep, R. Titik Suryati menuturkan opini WTP bukan sekedar hadiah. Melainkan penghargaan atas perjuangan dan komitmen dalam menjalankan sistem tata kelola keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perempuan tangguh yang biasa disapa Yatik itu mengungkapkan ada hal penting yang dilakukan untuk meningkatkan tata kelola keuangan sehingga meraih opini WTP.
Pertama, Inspektorat Sumenep melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Pencegahan dilakukan dengan monitoring center prevention (MCP). Ini berdasar pada survei dan advokasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Sistem ini guna memotret seluruh tata kelola pemerintahan di daerah,” ujar Inspektur Yatik ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat 26 Mei 2023.
Inspektur Yatik mengungkapkan, MCP itu mencakup banyak hal, sedikitnya ada 8 area yang menjadi cakupannya. Diantaranya, perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pengawasan aparat pengawas intern pemerintah (APIP).
Selain itu, Inspektur Yatik mengaku pihaknya meningkatkan kualitas sistem aparatur sipil negara (ASN) yang meliputi optimalisasi pajak daerah, pengelolaan barang milik daerah.
“Termasuk tata kelola dana desa atau DD,” kata perempuan yang pernah menjabat Kepala BKPSDM itu.
“Tentu apa yang kami lakukan itu atas petunjuk dan arahan dari bapak bupati,” imbuhnya mengakhiri pembicaraannya.
Penulis : Rusydiyono
Editor : Ahmad Farisi









