Jokowi Banyak Berbohong

Redaksi Nolesa

Sabtu, 27 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh FAIZAL ASSEGAF*

Berawal asyik  masuk gorong-gorong, Jokowi dipaju dan diklaim merakyat. Tapi drama politik itu terbongkar. Lakon pencitraan penuh kebohongan. Di balik semua akrobat politik, tersembunyi agenda jahat: nepotisme.

Jokowi dan kebohongan bersenyawa. Ihwal bobroknya perilaku kekuasaan yang terus dipertanyakan: Kenapa Presiden getol melakukan kebohongan publik? Dari ihwal proyek mobil esemka hingga janji netralitas, dll.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin yang suka berbohong jelas sangat memprihatinkan. Kelak fakta-fakta kebohongan Jokowi menjadi koleksi terburuk dalam jejak bernegara. Sejarah paling kelam yang diwariskan pada generasi bangsa.

Baca Juga :  Desa Tangguh Bencana

Ihwal politik tipu-tipu Jokowi, wajar memicu reaksi kemarahan publik. Ironinya dari satu kebohongan ke kebohongan berikutnya semakin menakutkan DPR sebagai pengawas eksektif pun tak berdaya melawan politik dusta.


Rakyat tidak boleh berdiam diri, mesti bangkit dan melawan ketidakwarasan politik. Jangan biarkan negara yang bertujuan melayani hidup rakyat, disandera oleh praktek dinasti politik.


Seolah negara telah dibajak oleh daya rusak kebohongan politik yang biasa ganas. Dan Jokowi terkesan semakin perkasa untuk bertindak semena-mena. Fenomena kejahatan politik tanpa etika dan moralitas.

Baca Juga :  Banner Reaktivasi Kereta Api Bupati Fauzi

Bagaimana bisa seorang presiden yang wajib bersikap jujur, berubah jadi pembohong? Tidak punya martabat, tidak ada rasa malu dan bahkan terkesan bangga. Rakyat sangat resah dan muak dengan sikap bobrok itu!

Wajar bila publik menduga adanya problem kejiwaan yang tidak lazim pada prilaku kekuasaan Jokowi. Terlebih, sikap norak itu kini dicopy-paste oleh dua putera Presiden: Gibran dan Kaesang. Lengkap sudah kegilaan dinasti politik.

Baca Juga :  Ketidakjelasan Sistem Pemilu hingga Kemunduran Demokrasi

Syahwat kekuasaan begitu cepat merubah perilaku Presiden Jokowi dan keluargnya. Perkara yang sangat serius dan semakin menuai protes rakyat. Watak politik dinasti berdampak merusak tatanan bernegara.

Rakyat tidak boleh berdiam diri, mesti bangkit dan melawan ketidakwarasan politik. Jangan biarkan negara yang bertujuan melayani hidup rakyat, disandera oleh praktek dinasti politik. Kejahatan politik itu harus dihentikan.

Kegilaan politik Jokowi khianati Sumpah Presiden…!


* ) Kritikus Politik

Sumber Berita: X/Twitter

Berita Terkait

Hari Santri, Menanamkan Akhlak, Menumbuhkan Kreativitas Sejak Usia Dini
Lokakarya Mini: Membangun Sinergi dan Kolaborasi Tanpa Henti
Memutus Hubungan Pertemanan Menurut Pandangan Islam
Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”
Psychological Safety
Sumenep Tak Kekurangan Pesantren, Mengapa Pemudanya Mencari Ruang Lain?
Muktamar ke-35 NU: Ujian Dialektis Pendewasaan Organisasi
Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Hari Santri, Menanamkan Akhlak, Menumbuhkan Kreativitas Sejak Usia Dini

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Lokakarya Mini: Membangun Sinergi dan Kolaborasi Tanpa Henti

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Memutus Hubungan Pertemanan Menurut Pandangan Islam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Bedah Buku “Tanah Kerontang dI Madura”

Rabu, 16 September 2026 - 15:52 WIB

Psychological Safety

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB