Di Depan Ribuan Jamaah Ranting NU di Gapura, Gus Islah Ingatkan adanya Gerakan Musuh NU

Redaksi Nolesa

Kamis, 2 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Pengurus Ranting (PR) NU Ranting Grujugan Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep menggelar Orasi Keagamaan dan Kebangsaan, Kamis, 02 Maret 2023.

Kegiatan yang dipusatkan di Belakang Balai Desa Grujugan Kecamatan Gapura ini dihadiri Gus Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Jakarta.

Ribuan Nahdliyyin yang terdiri dari Perwakilan Ranting se Kecamatan Gapura dari Banom hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Gapura hadir memeriahkan kegiatan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KH. Rofiqi, Ketua Ranting NU Grujugan berharap dengan adanya kegiatan ini antusias masyarakat dalam mengikuti NU semakin bergelora menyongsong Abad Kedua Nahdhatul Ulama.

“Meski hujan semoga semua masyarakat mendapatkan Rahmat dari Allah. Ini merupakan Siraman menuju Abad Nahdlatul Ulama. Karena terbukti masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan NU

Dalam penyampaiannya, Gus Islah, sapaan akrabnya meneguhkan masyarakat agar terus mencintai tanah air melalui ajaran ajaran NU.

Baca Juga :  80 Persen Wajah Baru, Berikut Daftar Pengurus JMSI Jatim Periode 2025-2030

“NU di Indonesia harus mengawal Arab Saudi jangan sampai terlalu kebablasan. Kita umat Indonesia harus mengawal ini tapi bagaimanapun Saudi tidak boleh terlalu kelewatan. Kita ingin mereka terkawal maqasid syariahnya. Jangan sampai keluar jalur,” ungkapnya.

Menurutnya, gerakan Wahabi internasional didukung oleh aliran uang yang luar biasa. Bahkan, kalau ada muallaf dari kalangan artis maka mereka tawarkan dengan uang ini.

“Saya bertanggung jawab dengan data ini. Saya tidak mau menyebutkan nama. Ini saya bertanggung jawab. Ilmu agama orang itu dibeli dengan uang. Uang ini yang digulirkan untuk mengkafirkan kita semua. Saya tidak menjelekkan mereka, tapi tolong jangan mengkafirkan orang yang berbeda,” tegasnya.

Menurutnya, mengutip dari ilmuan Amerika mengatakan bahwa NU merupakan lembaga di Indonesia.

“Kalau NU tumbang, maka Indonesia tumbang. Karena NU tidak mengajarkan kebencian kepada siapapun yang berbeda. Yang penting jangan mengganggu keimanan, karena di NU itu diajarkan untuk saling ta’aruf,” katanya.

Baca Juga :  Sah! Sri Sultan Hamengku Bowono X dan Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X Dilantik Sebagai Gubernur dan Wagub DIY 2022-2027

“Mengapa mereka tidak mengakui bahwa jaringan terorisme itu dari Wahabi karena mereka membuka jurusan pembuka melalui ustad ustad salafi yang ada di media. Produk akhirnya menjadi teroris. Karena mereka selalu diajarkan klaim kebenaran,”katanya

“Sumenep sempat menjadi episentrum terorisme. Sumenep ini saya pastikan delapan orang ini penganut Wahabi,” katanya.

Ia menambahkan dan setuju terhadap fiqih peradaban yang dirancang oleh PBNU. Menurutnya, konsep khilafah yang membuat umat Islam terpecah belah.

“Politik ini yang menjadi duri dalam daging agama Islam. Yang kemudian dipelihara oleh kepentingan barat supaya terus ada permusuhan dan tidak ada jalan damai. Makanya NU kemudian bersepakat untuk menolak cita cita politik khilafah ini. ” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa ada tiga kelompok yang ingin menghancurkan NU. Pertama, Salafi Wahabi. Kedua, Hizbut Tahrir. Ketiga, Ikhwanul Muslimin.

Baca Juga :  PPP Sumenep Gotong Royong Perbaiki Jalan Desa

“Ikhwanul Muslimin ini adalah orang orang yang paling efektif memecah belah NU. Karena Ubudiyahnya sama. Cuma dipecah dari dalam. Kelompok inilah yang masuk ke lingkungan NU dan ingin menegakkan khilafah padahal Kiai Hasyim Asyari mengatakan bahwa Pancasila adalah kesepakatan bersama,” katanya.

“Kalau dalam dunia terorisme perempuan ini yang direktur karena perempuan dikenal loyal terhadap ideologi dan perempuan ini bisa berpura pura seolah olah dia manusia tidak tahu apa apa padahal di dalamnya banyak bom,” katanya.

“NU tidak pernah mengajarkan kepada warganya untuk menghianatu bangsanya sendiri. Oleh karena itulah NU betul betul menjadi pasak dari kebersamaan bangsa ini,” ungkapnya.

Kepada Nahdliyyin di desa, ia berharap terus mengawal dan mengkader anak anak perempuan yang ahli di bidang fiqh. Karena menurutnya, selama ini selalu menjadi kelas nomor dua.


Penulis : Waris

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara
Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton
Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi
BLK dan GP Ansor Sumenep Jalin Kerjasama Perkuat Keterampilan Kader Muda NU
Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas
Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Ayam Bekisar Lewat Lomba Nasional
Kopi Surga PC ISNU Sumenep, Sajikan Kopi Gratis di Malam Puncak HSN 2026

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:16 WIB

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sumenep Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Refleksi Hari Listrik Nasional, Bupati Sumenep Tekankan Pemerataan Akses Energi

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hadapi POPDA Jatim 2026, Atlet Sumenep Diminta Junjung Sportivitas

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB