BANGKALAN, NOLESA.COM – Sebanyak 956 petugas Sensu Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur siap bertugas. Secara resmi, para petugas SE itu dilepas oleh Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja’far, Rabu kemarin, 17 Juni 2026.
Pelepasan SE 2026 oleh Wabup Fauzan dilakukan di sela-sela Apel Korpri di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Pada pelepasan itu, Wabup Fauzan menyampaikan Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pengumpulan data yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap sepuluh tahun sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wabup Fauzan yang merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan SE sangat penting untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan.
“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan daerah, pengambilan kebijakan ekonomi, serta penyusunan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat,” jelas Wabup Fauzan.
Ia menekankan bahwa keakuratan data menjadi fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Karenanya, Wabup Fauzan mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bangkalan, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, perguruan tinggi, media massa, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Saya berharap setiap pihak dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya masing-masing. Perangkat daerah dapat membantu sosialisasi, pemerintah kecamatan dan desa menciptakan kondisi yang kondusif, media massa menyebarluaskan informasi, sementara pelaku usaha diharapkan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas sensus,” katanya.
Selain itu, Wabup Fauzan juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Bangkalan beserta seluruh jajarannya atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia berharap BPS terus menjaga kualitas penyelenggaraan sensus dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas. (*)
Penulis : Fathor









