Bantah Bubarkan PBAK UIN SUKA 2022, Ini Penjelasan Rektorat

Redaksi Nolesa

Senin, 22 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta,NOLESA.com Pihak Rektorat Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta membantah membubarkan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) UIN SUKA 2022.

Menurut Humas UIN SUKA, Weni Hidayati, PBAK UIN SUKA tidak dibubarkan, tetapi diakhiri lebih awal karena melanggar kesepakatan antara panitia dan rektorat.

Bentuk pelanggaran itu menurut Weni adalah adanya provokasi dari mahasiswa senior untuk melakukan demonstrasi besar-besaran menolak uang kuliah tunggal (UKT) yang dinilai mahal.

Padahal, sebagaimana telah disepakati, hari terakhir pelaksanaan PBAK akan dilakukan pengenalan unit kegiatan mahasiswa (UKM) dengan mempresentasikan prestasi-prestasi UKM kepada Maba.

Namum, kegiatan itu malah disalahgunakan untuk melakukan provokasi. Karena itu, pihak rektorat memilih mengakhiri PBAK lebih awal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Pasca Idulfitri 1447 H, Pendatang di Surabaya Wajib Punya Pekerjaan

“Panitia PBAK juga sudah menandatangani Surat Pakta Integritas, tapi malah dilanggar, untuk menanggulangi hal tidak diinginkan, kami mengakhiri lebih awal,” jelas Weni.

Sementara mengenai UKT yang dinilai memberatkan bagi maba, Weni menjelaskan bahwa itu adalah kebijakan dari pusat. “Itu kebijakan kementerian, enggak mungkin juga kami bikin kebijakan sendiri,” kata Weni, sebagaimana dikutip harianjogja.com, Minggu, (22/8/2022).

Baca Juga :  Bupati Sumenep Serahkan Penghargaan SAKIP, Inilah OPD Penerimanya

Menurut Weni, jika memang kebijakan UKT yang diberikan dirasa memberatkan bagi maba, yang bersangkutan bisa melakukan keberatan melalui mekanisme khusus yang telah disediakan, yakni banding UKT.

“Bisa melakukan banding, menghadap Rektor, dan pasti dilayani dengan baik,” ujar Weni.


Penulis: Rusdi

Editor: Faris

 

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media
Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah
Pemkab Sumenep Launching Logo Hari Jadi ke-758
Polres Sumenep Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi kepada Pemulung
Wakil Bupati Sumenep Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Giligenting
DPRD Trenggalek Perjuangkan PPPK Tak Terdampak Pembatasan Belanja Pegawai

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:48 WIB

Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning

Senin, 22 Juni 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:02 WIB

Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:40 WIB

Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:02 WIB

Polres Sumenep Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi kepada Pemulung

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Nyaman dalam Ketakutan

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:17 WIB