Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara

Redaksi Nolesa

Minggu, 1 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, NOLESA.COM – Yogyakarta menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ke-55 yang digelar bersamaan dengan GEOSEA XIX Convention & Exhibition 2026 pada 2–5 November 2026. Forum geologi berskala internasional ini berlangsung di Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengusung tema “Harmonizing Georesources, Geohazard and Heritage Conservation to Promote Sustainable Development”, kegiatan ini mempertemukan ahli geologi, peneliti, akademisi, regulator, dan pelaku industri dari Indonesia serta berbagai negara di Asia Tenggara.

PIT IAGI merupakan agenda ilmiah tahunan terbesar bagi komunitas geologi Indonesia. Sementara GEOSEA menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi para ahli geologi di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelenggaraan kedua agenda secara bersamaan diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan, pengembangan riset, serta kerja sama regional di bidang geosains.

Ketua Umum Pengurus Pusat IAGI, STJ Budi Santoso, menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi ahli geologi Indonesia dan Asia Tenggara.

“PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX adalah ruang bagi ahli geologi Indonesia dan Asia Tenggara untuk menyatukan ilmu, pengalaman lapangan, dan inovasi. Geologi berperan langsung dalam ketahanan energi, pengelolaan sumber daya mineral, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, forum ini harus melahirkan gagasan yang dapat diterapkan,” ujar Budi Santoso.

Hadirkan Pembicara Kunci dan Pimpinan Industri

PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026 menghadirkan sejumlah tokoh penting dalam sesi pleno. Dua pembicara kunci yang dijadwalkan hadir adalah Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kepala SKK Migas.

Keduanya akan membahas arah kebijakan geologi nasional, termasuk tantangan dan peluang pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia.

Baca Juga :  Kabar Duka, Sepuluh Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia

Selain sesi pleno, forum ini juga menghadirkan agenda CEO Talks yang melibatkan pimpinan perusahaan dari sektor mineral dan batu bara (minerba), minyak dan gas bumi (migas), serta panas bumi atau geotermal.

Sejumlah perusahaan yang dijadwalkan berpartisipasi di antaranya MIND ID, Pertamina Hulu Energi, dan Geo Dipa Energi. Diskusi akan mengangkat peran geosains dalam mendukung hilirisasi mineral, ketahanan energi nasional, serta peningkatan daya saing industri ekstraktif Indonesia.

“Geosains memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari ketahanan energi, pengelolaan sumber daya mineral, mitigasi bencana geologi, hingga pelestarian lingkungan. Pengembangan ilmu geologi harus berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan prinsip pembangunan berkelanjutan,” kata Budi.

Perluas Kajian dan Inovasi Geosains

Program ilmiah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026 mencakup berbagai bidang kajian, mulai dari geosains fundamental, geosains digital, teknologi pertambangan dan mineral, teknik perminyakan, geologi teknik, hingga transisi energi dan tata kelola sumber daya alam.

Berbagai pembahasan tersebut dirancang untuk mempertemukan hasil penelitian akademis dengan kebutuhan praktis industri dan perumusan kebijakan publik. Dengan demikian, ilmu geologi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan.

Sesi teknis juga menampilkan makalah terpilih melalui proses seleksi abstrak yang telah dibuka sejak Februari 2026. Makalah terbaik berpeluang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi terindeks Scopus, Jurnal IAGI, maupun Prosiding PIT IAGI ke-55.

Forum ini turut dilengkapi pameran yang menampilkan berbagai teknologi, layanan, dan inovasi terbaru di sektor kebumian.

Rangkaian Kegiatan Road to PIT IAGI ke-55

Sebelum acara utama, panitia telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan dalam rangkaian Road to 55th PIT IAGI–GEOSEA XIX 2026.

Baca Juga :  Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya Serukan Aksi Selamatkan Demokrasi

Kegiatan tersebut meliputi sesi teknis virtual yang membahas aspek teknis dan komersial Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCS/CCUS). Selain itu, diselenggarakan lokakarya penulisan naskah ilmiah dan desain poster bagi geosaintis, peneliti, serta mahasiswa.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan kontribusi ilmiah peserta dalam forum geologi berskala internasional.

IAGI Luncurkan Organisasi Geotermal dan Buku Geologi

Sebagai bagian dari komitmen pengembangan keilmuan dan profesionalisme, IAGI juga meluncurkan Indonesian Society for Geothermal Geology (ISGG), organisasi baru di bawah IAGI.

Kehadiran ISGG diharapkan memperkuat kontribusi para ahli geologi dalam pengembangan sektor energi panas bumi Indonesia.

“Peluncuran Indonesian Society for Geothermal Geology merupakan langkah penting untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme ahli geologi di sektor panas bumi. Kami berharap organisasi ini dapat menjadi wadah pengembangan keilmuan sekaligus mendorong kontribusi geosaintis dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ungkap Budi.

Pada kesempatan yang sama, IAGI mempersembahkan buku terbaru mengenai air tanah dan geoheritage. Publikasi tersebut diharapkan menjadi referensi strategis dalam mendukung pelestarian warisan geologi serta penguatan ketahanan air nasional.

Budi menambahkan, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki kekayaan geologi sekaligus dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan di Indonesia.

“Kami ingin forum ini juga memperkuat jejaring generasi muda geologi dengan para praktisi senior dan mitra regional,” katanya.

Peletakan Batu Pertama Monumen A.F. Lasut di UGM

Di sela rangkaian kegiatan PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, IAGI melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Arie Frederik Lasut di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 4 November 2026.

Baca Juga :  Kapolri Copot Tujuh Pejabat Polisi

Dalam pembangunan monumen tersebut, IAGI bertindak sebagai pemrakarsa. Arie Frederik Lasut merupakan Pahlawan Nasional sekaligus salah satu perintis kelembagaan geologi dan pertambangan Indonesia.

Ia gugur di Yogyakarta pada 1949 saat mempertahankan dokumen dan aset geologi bangsa.

Monumen tersebut dirancang berbentuk palu geologi yang menghantam singkapan batuan andesit. Desain ini merepresentasikan aktivitas kerja lapangan sekaligus keteguhan dan integritas profesi ahli geologi.

Pembangunan monumen juga memiliki keterkaitan dengan tema PIT IAGI ke-55, khususnya mengenai pelestarian warisan geologi atau heritage conservation.

“Monumen A.F. Lasut bukan sekadar simbol penghormatan kepada seorang pahlawan. Monumen ini menjadi pengingat bagi generasi geologi Indonesia tentang pentingnya integritas, pengabdian, dan tanggung jawab dalam menjaga kekayaan kebumian bangsa,” tutur Budi.

Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa A.F. Lasut, monumen ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi geosaintis mengenai sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai luhur profesi geologi Indonesia.

Perkuat Profesionalisme dan Pembangunan Berkelanjutan

Melalui penyelenggaraan PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, IAGI kembali menegaskan perannya sebagai wadah profesional bagi ahli geologi Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kompetensi anggota, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pengembangan ilmu geologi untuk kepentingan masyarakat.

Pemanfaatan ilmu geologi memiliki peran strategis dalam pengelolaan sumber daya alam, perlindungan lingkungan, mitigasi bencana geologi, dan pengembangan energi berkelanjutan.

Melalui forum ini, IAGI berharap lahir berbagai gagasan, inovasi, dan kerja sama yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya kebumian secara bertanggung jawab sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan geosains di kawasan Asia Tenggara.

Informasi lebih lanjut mengenai program kegiatan, registrasi peserta, dan pameran dapat diakses melalui laman resmi www.pitiagi.cloud.

Berita Terkait

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:16 WIB

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah PIT IAGI ke-55 dan GEOSEA XIX 2026, Hadirkan Forum Geologi Asia Tenggara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB