Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Redaksi Nolesa

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, NOLESA.COM Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatan Menteri Keuangan dan digantikan oleh Suahasil Nazara. Pergantian tersebut menjadi sorotan karena Purbaya baru sekitar satu tahun menduduki posisi sebagai bendahara negara.

Sejumlah ekonom kemudian memberikan pandangan mengenai alasan di balik pencopotan Purbaya. Salah satunya Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira yang menilai terdapat persoalan koordinasi di internal Kementerian Keuangan.

Bhima menyebut persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan koordinasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Direktorat Jenderal Pajak, termasuk mengenai pergantian pejabat eselon II dan kebijakan penahanan restitusi pajak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Persoalan reshuffle Purbaya ini dimulai dari koordinasi internal yang bermasalah gitu ya, antara Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak,” kata Bhima, Senin (14/9/2026).

Menurut Bhima, penahanan restitusi pajak awalnya ditujukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sektor sumber daya alam. Namun, kebijakan tersebut kemudian disebut diterapkan lebih luas sehingga menimbulkan ketidakpuasan dari kalangan pelaku usaha.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ajak Para Pemimpin Negara G20 Tanam Pohon Mangrove di Tahura

“Terutama soal pergantian Eselon II, kemudian restitusi pajak yang ditahan itu buat banyak pelaku usaha nggak happy. Karena awalnya restitusi pajak itu ditahan untuk dicek di sektor sumber daya alam, tapi ternyata di semua sektor,” ujarnya.

Selain persoalan internal Kemenkeu, Bhima menyoroti polemik terkait setoran dividen Rp120 triliun dari Danantara kepada Kementerian Keuangan. Menurutnya, persoalan tersebut turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat pencopotan Purbaya.

“Selain itu juga ada persoalan dividen Rp 120 triliunnya Danantara, BUMN yang disetor ke Kementerian Keuangan itu juga dapat protes keras dari Danantara juga tuh,” kata Bhima.

Bhima juga menilai gaya kepemimpinan dan komunikasi Purbaya menjadi faktor lain yang berpengaruh. Ia menyebut cara Purbaya melakukan koordinasi internal semakin mendapat sorotan.

Baca Juga :  Menko AHY Bicara Tantangan Pembangunan Infrastruktur

“Jadi cara-cara Purbaya mengkoordinasi internal termasuk juga gaya komunikasinya juga makin lama makin buruk ya gitu, dan overconfidence. Itu yang membuat dia kemudian di-reshuffle,” jelasnya.

Namun, pandangan berbeda disampaikan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad. Ia menilai pergantian Purbaya tidak harus dibaca sebagai akibat persoalan internal, melainkan sebagai bagian dari dinamika pemerintahan dan upaya penyegaran.

“Pemerintah melihat memang perlu ada sosok baru yang dianggap bisa menyelesaikan problem-problem ketimpangan hari ini gitu ya,” ujar Tauhid.

Menurut Tauhid, terdapat sejumlah tantangan fiskal yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dari sisi pendapatan negara, kualitas belanja, pertumbuhan ekonomi, hingga pengendalian defisit.

“Pertama, dari sisi pendapatan negara, di mana memang pendapatan negara ini bisa lebih cepat, lebih besar. Yang kedua tentu saja berkaitan dengan kualitas belanja negara kita yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi gitu. Termasuk juga mengontrol defisit,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri dan Satgas Untuk Percepat Hilirisasi Nasional

Tauhid juga menilai Suahasil memiliki keunggulan karena merupakan orang lama di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum menggantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan, Suahasil telah lama menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

“Kan dia orang dalam, bukan orang luar. Berarti kan gaya orang dalam pasti sudah jauh lebih tahu gitu. Mungkin gitu. Kalau lain-lain nggak,” tutur Tauhid.

Ia menilai pengalaman Suahasil di lingkungan internal pemerintahan dapat menjadi modal untuk menjalankan perubahan sesuai dengan kebutuhan pemerintah.

“Saya kira dengan pengalaman beliau di internal pemerintahan, nah itu jauh punya daya dorong untuk bisa melakukan perubahan,” sambungnya.

Berita Terkait

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler
Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas
Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan
Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah
Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Senin, 7 September 2026 - 23:08 WIB

Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:17 WIB

SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas

Berita Terbaru

Politik

Senin, 14 Sep 2026 - 20:18 WIB

Nasional

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 Sep 2026 - 19:52 WIB