UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri Praktis dan Bantuan Hidup Dasar

Redaksi Nolesa

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri Praktis dan Bantuan Hidup Dasar (for NOLESA.COM)

UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri Praktis dan Bantuan Hidup Dasar (for NOLESA.COM)

BANGKALAN, NOLESA.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Komisariat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Pelatihan Bela Diri Praktis dan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UTM tersebut diikuti oleh pengurus UKM PSHT dengan antusiasme tinggi. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan anggota dalam perlindungan diri sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar memberikan pertolongan pertama pada situasi kegawatdaruratan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas anggota agar memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum UKM PSHT Komisariat UTM Andhika Surya Buana menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk kontribusi nyata UKM PSHT Komisariat Universitas Trunojoyo Madura dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Zikir dan Doa di Istana Merdeka sebagai Pembuka Rangkaian Peringatan HUT RI ke-77

“Kemampuan melindungi diri dan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan hidup yang sangat penting dimiliki oleh setiap mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat,” ujarnya.

Andhika juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya kepada para narasumber, Universitas Trunojoyo Madura.

“Juga kepada peserta kegiatan, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama demi kelancaran acara,” ucapnya.

Peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan. Kehadiran para pemateri diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai langkah-langkah penanganan awal korban sebelum memperoleh bantuan medis lanjutan.

Salah satu narasumber, dr. Kun Sriwibowo, Sp.B., FINACS, selaku dokter spesialis bedah umum, menyampaikan pentingnya pengetahuan dasar terkait penanganan kondisi gawat darurat. Menurutnya, tindakan awal yang tepat dapat meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum ditangani oleh tenaga medis profesional.

Baca Juga :  Komisi Informasi Apresiasi Layanan SKCK Polres Sumenep

Dalam pemaparannya, dr. Kun menjelaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan maupun kondisi darurat lainnya.

“Oleh karena itu, edukasi mengenai Bantuan Hidup Dasar dinilai perlu terus ditingkatkan, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi dari Ns. Moh Projo Angkasa, S.Kep., Ns., M.Kes., akademisi, perawat, dan peneliti kesehatan yang aktif di lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang.

Ia memberikan pelatihan terkait teknik Bantuan Hidup Dasar yang meliputi penilaian kondisi korban, tindakan resusitasi, hingga prosedur penanganan awal yang aman dan efektif.

Baca Juga :  Gelar Gema Takbir, Wakil Bupati Sumenep Berharap Kisah Idul Adha Jadi Inspirasi Hidup

Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disertai simulasi dan praktik langsung. Peserta diajak mempraktikkan teknik-teknik dasar pertolongan pada korban kegawatdaruratan sehingga pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam situasi nyata.

Sementara itu, sesi bela diri praktis menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut. Peserta dibekali teknik perlindungan diri yang sederhana, efektif, dan mudah diterapkan dalam berbagai kondisi, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan pengendalian diri.

Melalui kegiatan ini, UKM PSHT Komisariat Universitas Trunojoyo Madura berharap para peserta tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga mampu menjadi individu yang sigap dan peduli terhadap keselamatan sesama.

Bekal keterampilan Bantuan Hidup Dasar yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan pertolongan cepat dan tepat. (*)

Penulis : Fathor

Berita Terkait

Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan
Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa
Pemkab Bangkalan Perkuat Pendapatan Daerah dan Validasi DTSEN
PDIP Jatim Dorong Tambahan Modal Jamkrida untuk UMKM
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
Polresta Sumenep Gelar Anev Kamtibmas, Evaluasi Kinerja dan Situasi Keamanan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:38 WIB

Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Rabu, 9 September 2026 - 00:01 WIB

Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan

Selasa, 8 September 2026 - 00:06 WIB

Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa

Senin, 7 September 2026 - 23:27 WIB

PDIP Jatim Dorong Tambahan Modal Jamkrida untuk UMKM

Berita Terbaru