Bupati Blitar Masih Kaji WFH ASN

Redaksi Nolesa

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Blitar Masih Kaji WFH ASN (Foto: Istimewa)

Bupati Blitar Masih Kaji WFH ASN (Foto: Istimewa)

BLITAR, NOLESA.COM – Bupati Blitar, Rijanto, masih mengkaji kebijakan penerapan kebijakan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Alasan Bupati Rijianto belum memutuskan kebijakan WFH dan WFA karena kualitas pelayanan publik tidak boleh dikompromikan.

Walaupun dorongan efisiensi dan kebijakan pemerintah pusat, Bupati Blitar memilih bersikap hati-hati. Ia menilai, penerapan kerja fleksibel harus benar-benar terukur dan tidak berdampak pada penurunan layanan kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap maksimal. Jangan sampai kebijakan ini justru menurunkan kualitas layanan,” kata Bupati Blitar, Kamis kemarin, 2 April 2026.

Kata politikus PDI Perjuangan itu, tidak semua perangkat daerah dapat menerapkan skema WFH/WFA, khususnya layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti kependudukan, kesehatan, dan pendidikan.

Karena itu, Pemkab Blitar masih melakukan kajian menyeluruh, termasuk menyiapkan mekanisme evaluasi untuk memastikan kinerja ASN tetap terjaga jika kebijakan tersebut diterapkan.

Baca Juga :  BKPSDM Sumenep Umumkan Peserta PPPK Fungsional Guru 2021 yang Lulus Seleksi Kompetensi

Dalam rapat staf, Rijanto juga menekankan pentingnya respons cepat perangkat daerah terhadap pandangan umum fraksi DPRD atas LKPJ Tahun 2025. Ia menyebut, masukan legislatif menjadi indikator penting untuk mengukur efektivitas program pembangunan.

Sejumlah isu strategis seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, peningkatan PAD, hingga pengentasan kemiskinan dan pengangguran menjadi fokus evaluasi bersama.

Baca Juga :  Kesan Festival Paralayang bagi Dua Srikandi Pemkab Sumenep

Di sisi lain, ia mulai mendorong langkah efisiensi konkret, salah satunya melalui pengendalian penggunaan kendaraan dinas yang akan dievaluasi secara berkala.

Rijanto juga mengingatkan potensi dampak dinamika global terhadap ekonomi daerah, sehingga diperlukan penguatan koordinasi dan kebijakan yang adaptif.

“Efisiensi penting, tapi harus diimbangi dengan kualitas layanan. Itu yang menjadi prioritas,” tandasnya. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Kader Jumantik Perkuat Gerakan Cegah DBD, Ajak Warga Aktif Jaga Kebersihan Lingkungan
Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945
Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot
PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura
PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun
Respons Laporan Call Center 112, Baznas Sumenep Segera Perbaiki Rumah Lansia di Longos
Bupati Fauzi Minta Koperasi Tinggalkan Pola Lama demi Hadapi Perubahan Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:16 WIB

Kader Jumantik Perkuat Gerakan Cegah DBD, Ajak Warga Aktif Jaga Kebersihan Lingkungan

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:07 WIB

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:55 WIB

PDI Perjuangan Sumenep Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Madrasah Diniyah di Gapura

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:33 WIB

PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan

Berita Terbaru