Bappeda Sumenep Siap Kaji Potensi Sektor Ekonomi Baru

Redaksi Nolesa

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, M.Si., IPU. ASEAN Eng. (foto: for NOLESA.COM)

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, M.Si., IPU. ASEAN Eng. (foto: for NOLESA.COM)

SUMENEP, NOLESA.COM – Dalam upaya memperkuat struktur ekonomi daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mulai melakukan kajian mendalam terhadap sejumlah sektor ekonomi baru yang potensial.

Langkah ini diambil untuk mencari alternatif sumber pertumbuhan ekonomi selain sektor pertanian dan perikanan yang selama ini menjadi penopang utama.

Kajian ini mencakup pemetaan potensi di bidang ekonomi kreatif, digitalisasi UMKM, hingga pengembangan kawasan wisata yang belum tergarap secara maksimal.

Bappeda memandang bahwa diversifikasi ekonomi sangat penting agar ketahanan ekonomi Kabupaten Sumenep tetap stabil di tengah fluktuasi pasar global.

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menekankan bahwa inovasi dalam mencari sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan daerah adalah sebuah keharusan.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Kembangkan Layanan Silapor 112 untuk Kepentingan Masyarakat

Menurutnya, Sumenep memiliki banyak aset “tertidur” yang jika dikaji secara ilmiah dan teknis dapat menjadi mesin ekonomi baru.

“Kita harus jeli melihat peluang. Sektor baru ini akan menjadi penggerak ekonomi masa depan Sumenep,” kata Arif Firmanto, Kamis, 8 Januari 2026.

Narasi kajian ini nantinya akan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa sektor yang akan dikembangkan memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.

Baca Juga :  Soal Pasar Mangkrak, GPDS Beri Kesempatan Diskoperindag Sumenep 'Istigfar'

“Tentunya juga sangat mantap jika mengintegrasikan potensi sektor ekonomi baru ini dengan kearifan lokal masyarakat Madura. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bersifat angka statistik, tetapi juga mampu meningkatkan standar hidup masyarakat di tingkat akar rumput,” tandasnya. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Polres Sumenep Dukung Pengembangan Pertanian Melon Berbasis Smart Farming
Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram
Jumlah Hewan Kurban Pemkab Sumenep Naik Dibanding Tahun Lalu
Said Abdullah Kembali Salurkan Hewan Kurban, Khusus Madura Sebanyak 298 Ekor Sapi

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:40 WIB

KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:03 WIB

Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:46 WIB

Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:07 WIB

Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB