Pemkab Sumenep Meriahkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Musabaqah Qira’atil Kutub

Redaksi Nolesa

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Sumenep meriahkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Musabaqah Qira'atil Kutub, Selasa, 4/11/2025 (foto: istimewa)

Pemkab Sumenep meriahkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Musabaqah Qira'atil Kutub, Selasa, 4/11/2025 (foto: istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengadakan Musabaqah Qira’atil Kutub tingkat kabupaten.

Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) 2025 ini digelar di Aula Kemenag Sumenep, Selasa, 4 November 2025.

Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Tujuannya untuk meneguhkan semangat keilmuan dan kecintaan terhadap khazanah klasik Islam supaya tetap bergema di Kota Keris.

Dalam laporannya, Kabag Kesra Setdakab Sumenep, Kamiluddin menyampaikan MQK tersebut diikuti oleh 120 santri terbaik dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Sumenep.

Dalam prosesnya, para santri menunjukkan kemampuan membaca, memahami, dan menguraikan isi kitab kuning di hadapan 9 dewan juri berkompeten di bidang keilmuan Islam klasik.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap kitab kuning sebagai sumber ilmu agama sekaligus memperkuat karakter santri yang berakhlak mulia dan cinta ilmu,” ujar Kabag Kamil.

Baca Juga :  Lewat Panggung Kreasi Anak Negeri, Satpol PP Sumenep Sosialisasikan Larangan Rokok Ilegal

Tak hanya itu, lanjut Kabag Kamil, acara tersebut bukan sekadar ajang adu kemampuan, akan tetapi MQK menjadi ruang silaturahim dan pertukaran pengetahuan antar santri lintas pesantren.

Dia juga menegaskan, peserta MQK tidak hanya diuji dari segi kefasihan membaca, tetapi juga pemahaman konteks keilmuan dan relevansinya terhadap kehidupan modern.

“Kami ingin menegaskan bahwa membaca kitab bukan sekadar tradisi masa lalu. Ini adalah warisan intelektual Islam yang harus terus dijaga sebagai fondasi moral dan spiritual generasi masa depan,” tegasnya.

Baca Juga :  Fraksi PPP DPRD Sumenep Angkat Bicara Terkait Penghinaan kepada Ulama Kharismatik Annuqayah

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Bagian Kesra untuk menghidupkan tradisi pesantren.

“Apa yang dilakukan Kesra ini luar biasa. MQK bukan hanya lomba, tapi perwujudan penghormatan terhadap warisan ulama. Dari pesantrenlah nilai-nilai keilmuan Islam tumbuh dan menjadi cahaya bagi bangsa,” tandas Wabup Kiai Imam. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

HAKIN 2026, KI Sumenep Dorong Akses Informasi Publik yang Transparan
Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya
Putri Ramadani Terpilih sebagai Ketua IPPNU Sumenep, Berikut Targetnya
Legislator PKB Soroti Kasus TBC di Banyuwangi, Inilah 4 Catatannya
Hadiri Musancab PDIP Sumenep, Said Tekankan Peran Partai Hidupkan Pesantren dan NU
Komitmen Jaga Kebudayaan, Musancab PDIP Sumenep Hadirkan Tari Kembang Paseser
HDDAP, Langkah Konkret Pemkab Sumenep Genjot Transformasi Pertanian
Perkuat Keterbukaan Informasi, KI Sumenep dan UNIBA Madura Teken MoU

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB

HAKIN 2026, KI Sumenep Dorong Akses Informasi Publik yang Transparan

Selasa, 28 April 2026 - 21:26 WIB

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya

Senin, 27 April 2026 - 17:59 WIB

Putri Ramadani Terpilih sebagai Ketua IPPNU Sumenep, Berikut Targetnya

Minggu, 26 April 2026 - 20:30 WIB

Legislator PKB Soroti Kasus TBC di Banyuwangi, Inilah 4 Catatannya

Minggu, 26 April 2026 - 18:30 WIB

Hadiri Musancab PDIP Sumenep, Said Tekankan Peran Partai Hidupkan Pesantren dan NU

Berita Terbaru

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya (Foto: Istimewa)

Nasional

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:26 WIB