Berani OTT Wamenaker Noel, Mahfud MD Apresiasi KPK

Redaksi Nolesa

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional, NOLESA.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel yang merupakan kader Partai Gerindra.

Mahfud menilai, penindakan tersebut menunjukkan bahwa KPK mulai kembali mandiri dan berani menindak tanpa pandang bulu.

“Dalam beberapa bulan terakhir KPK sudah mulai bisa terlepas dari belenggu politik tertentu dan menunjukkan taringnya. Kita apresiasi, maju terus pantang mundur KPK,” kata Mahfud melalui akun X-nya, Kamis (21/8).

Menurutnya, OTT yang menjerat Noel menjadi bukti bahwa KPK tetap berfungsi sebagai lembaga penegak hukum yang kuat.

Noel sendiri merupakan pejabat pertama di kabinet Presiden Prabowo Subianto yang terkena OTT KPK.

Mahfud juga memberikan apresiasi terhadap sikap Presiden Prabowo yang dinilai konsisten tidak melindungi pejabat yang terjerat kasus korupsi, meskipun berasal dari partai politiknya sendiri.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Menyaksikan Defile Alutsista, Begini Responnya

“Presiden Prabowo juga konsisten, tak melindungi pejabat meskipun dia anggota partainya. Lanjutkan Pak Presiden, buka pintu dan dorong KPK untuk memburu pejabat korup agar kembali disegani,” ujarnya.

Lebih jauh, Mahfud menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya bisa bertumpu pada operasi tangkap tangan semata. KPK, kata dia, perlu memperkuat konstruksi kasus untuk membongkar praktik korupsi yang lebih sistematis.

“KPK perlu mengkonstruksi kasus yang banyak dilakukan oleh para pejabat. Tidak harus selalu OTT. Bravo KPK,” tegas Mahfud.

Baca Juga :  Pesan Tegas Presiden Jokowi ketika Membuka Rakernas Penurunan Stunting

Seperti diketahui, KPK menangkap Noel bersama sejumlah pihak dalam OTT di Jakarta, Rabu malam (20/8). Selain mengamankan para terduga, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai dan kendaraan mewah. Lembaga antirasuah itu kini memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Kasus Noel menjadi sorotan publik karena terjadi di awal masa pemerintahan Prabowo-Gibran.

Banyak pihak menilai, langkah tegas KPK yang mendapat dukungan Presiden dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

Penulis : Wail Arrifki

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital
Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z
Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas
Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi
Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran
Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:02 WIB

Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:23 WIB

Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital

Senin, 15 Juni 2026 - 23:26 WIB

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Senin, 15 Juni 2026 - 20:40 WIB

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Nyaman dalam Ketakutan

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:17 WIB