Usulan Tiga Raperda DPRD Sumenep Direspon Positif oleh Bupati Fauzi

Redaksi Nolesa

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usulan Tiga Raperda DPRD Sumenep Direspon Positif oleh Bupati Fauzi (foto: IST)

Usulan Tiga Raperda DPRD Sumenep Direspon Positif oleh Bupati Fauzi (foto: IST)

SUMENEP, NOLESA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, usulkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang merupakan inisiatif dewan sendiri.

Tiga Raperda inisiatif dewan ini diusulkan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Paripurna Gedung DPRD setempat pada Rabu, 2 Juli 2025.

Tiga Raperda inisiatif DPRD Sumenep ini mencakup bidang kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rupanya usulan tersebut disambut baik dan didukung penuh oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo. Dukungan Bupati Fauzi ini disaksikan langsung oleh pimpinan OPD dan peserta rapat lainnya.

1. Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah

Baca Juga :  Ratusan Pelaku UMKM Sumenep Mendapat Bimbingan Pengadaan Barang Melalui e-Katalog dari LKPP RI

Bupati Fauzi menegaskan pentingnya sistem kesehatan yang kuat, terpadu, dan responsif untuk menjawab tantangan kesehatan di era modern. Ia mendorong agar regulasi ini menjamin keadilan bagi kelompok rentan seperti ibu dan anak, lansia, serta masyarakat miskin.

“Kami mendukung penuh dengan tetap berpedoman pada peraturan yang lebih tinggi. Sistem kesehatan ini harus berpihak kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Bupati Fauzi.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi dalam mewujudkan sistem kesehatan daerah yang berkualitas.

2. Raperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petambak Garam

Sumenep sebagai sentra garam nasional disebut masih menghadapi berbagai tantangan mulai dari harga yang fluktuatif, infrastruktur minim, hingga akses pasar yang terbatas.

Baca Juga :  Dua Bendungan di Trenggalek Diresmikan Presiden Jokowi

Untuk itu, Bupati Fauzi mengaku sangat menyambut baik hadirnya raperda ini sebagai upaya memperkuat ekosistem industri garam lokal.

“Perlu ada perlindungan hukum, arah kebijakan, hingga dukungan terhadap koperasi petambak dan kolaborasi dengan BUMDes,” tegasnya.

Suami Hj. Nia Kurnia ini berharap perda ini mampu menjamin hak-hak petambak serta membuka akses terhadap bantuan dan penguatan kelembagaan.

3. Raperda tentang Pedoman Pengendalian Pencemaran Air Permukaan bagi Usaha Tambak Udang

Tambak udang disebut sebagai sektor unggulan yang menopang ekonomi masyarakat pesisir. Namun, intensitas tambak yang terus meningkat menimbulkan ancaman pencemaran air permukaan.

Oleh karena itu, raperda ini dinilai strategis untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi biru dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Warga Lenteng Apresiasi Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Akan tetapi Bupati Fauzi menggarisbawahi pentingnya adanya pedoman teknis yang jelas terkait pengelolaan limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, hingga pelaporan berkala.

“Mayoritas pelaku tambak udang kita masih skala kecil. Maka perda ini harus menjadi payung untuk pendampingan teknis dan akses insentif,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Fauzi menegaskan bahwa setiap raperda perlu melewati proses harmonisasi agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar proses pembahasan raperda berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep,” harap Bupati Fauzi diakhir penyampaiannya. (*)

Berita Terkait

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Polres Sumenep Dukung Pengembangan Pertanian Melon Berbasis Smart Farming
Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram
Jumlah Hewan Kurban Pemkab Sumenep Naik Dibanding Tahun Lalu
Said Abdullah Kembali Salurkan Hewan Kurban, Khusus Madura Sebanyak 298 Ekor Sapi

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:40 WIB

KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:03 WIB

Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:46 WIB

Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:07 WIB

Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB