Hasto Bebas, YPS Bung Karno Madura Gelar Tasyakuran dan Doa Lintas Iman

Redaksi Nolesa

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doa lintas iman yang diadakan Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura untuk mensyukuri bebasnya Hasto Kristiyanto, Selasa malam, 5/8/2025 (foto: NOLESA.COM)

Doa lintas iman yang diadakan Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura untuk mensyukuri bebasnya Hasto Kristiyanto, Selasa malam, 5/8/2025 (foto: NOLESA.COM)

SUMENEP, NOLESA.COM – Kebebasan Hasto Kristiyanto setelah mendapat amnesti dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut suka cita oleh banyak pihak. Salah satunya Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura.

Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura ini sampai mengadakan acara Tasyakuran dan Doa Lintas Iman dengan tema “Memperjuangkan Keadilan dan Persatuan Nasional”.

Acara Tasyakuran dan Doa Lintas Iman ini digelar di Cafe Tanean Sumenep pada Selasa malam, 5 Agustus 2025.

Tujuan dari acara tersebut untuk mensyukuri bebasnya Hasto Kristiyanto Sekjen PDI Perjuangan juga sebagai refleksi perjuangan.

Tasyakuran ini dihadiri oleh tokoh lintas agama, mahasiswa, tokoh pemuda, budayawan, dan jurnalis.

Pembina YPSBK Madura, Darul Hasyim Fath dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara itu digelar bukan semata-mata soal bebasnya Hasto, melainkan tentang masa depan bangsa.

Baca Juga :  Tentang Machiavellianisme: Ideologi Politik Para Diktator?

“Bersyukur itu adalah keniscayaan bagi anak negeri. Kebebasan Hasto Kristiyanto bukan semata tentang Hasto, melainkan harapan bagi bangsa ini,” kata Darul.

Darul yang juga anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan simbol lilin yang dinyalakan saat pembacaan doa yang dipimpin kiai dan romo. Menurutnya, hal itu sebagai isyarat adanya harapan.

Baca Juga :  Mendorong ”Pengaturan Koalisi” Pencapresan

“Di tengah gelapnya harapan akibat kondisi politik dan hukum yang tidak menentu, lilin menjadi simbol bahwa masih ada cahaya, masih ada harapan. Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong menjadi simbol bahwa harapan itu bisa tetap menyala,” jelas politikus senior asal Pulau Masalembu.(*)

Penulis : Yon

Berita Terkait

Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU
Kata Kang Cucun Soal Visi Besar PKB
9 Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep Bakal Ikut UKK
Gus Muhaimin Ingatkan Kepala Daerah Kader PKB Jangan Terjebak Rutinitas Birokrasi
PDIP Tulungagung Beraksi, Dirikan Posko Mudik Lebaran
Ramadan 1447 H, DPC PDIP Tulungagung Perkuat Silaturrahim dan Salurkan Sembako
PDIP Tulungagung Buka Pintu Lebar bagi Gen Z
Gus Muhaimin Dorong Pembaruan Arah Gerak PKB saat Hadiri Akpolbang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:45 WIB

Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU

Senin, 6 April 2026 - 16:07 WIB

Kata Kang Cucun Soal Visi Besar PKB

Senin, 6 April 2026 - 12:04 WIB

9 Kandidat Ketua DPC PKB Sumenep Bakal Ikut UKK

Kamis, 2 April 2026 - 23:52 WIB

Gus Muhaimin Ingatkan Kepala Daerah Kader PKB Jangan Terjebak Rutinitas Birokrasi

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:36 WIB

PDIP Tulungagung Beraksi, Dirikan Posko Mudik Lebaran

Berita Terbaru

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah (Foto: Istimewa)

Politik

Said Abdullah Tegaskan Kedekatan PDIP Jatim dengan NU

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:45 WIB

Bupati Sumenep Gencarkan Gerakan ASRI (Foto: Istimewa)

Daerah

Bupati Sumenep Gencarkan Gerakan ASRI

Jumat, 10 Apr 2026 - 11:14 WIB