Anies-Ganjar ke MK, Bidik Jokowi & Gibran

Redaksi Nolesa

Jumat, 22 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh FAIZAL ASSEGAF


Hampir dapat dipastikan kubu Anies dan Ganjar berjuang di Mahkamah Konstitusi untuk membidik dinasti Jokowi. Bocoran ihwal itu menjadi perbincangan serius.

Menariknya, pelan-pelan Prabowo terkesan bermain mata dengan kelompok oposisi. Alasannya, kedua pihak pernah dua kali dicurangi di Pilpres 2014 dan 2019. Dan di Pilpres 2024, Prabowo terpaksa menjebak Jokowi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak heran, ketika kubu Prabowo agresif mendorong kubu 01 dan 03 menggugat hasil Pilpres di MK, seolah menggiring bola panas bagi Gibran. Sebagian pihak berpendapat demikian, walau masih sebatas spekulasi.

Baca Juga :  Penguatan Manajemen Logistik Kebencanaan dengan Ekosistem Digital: Transformasi Respons Kemanusiaan

Terlepas dari sisi paling sensitif tersebut, bila sidang di MK digelar: Jokowi, Gibran, Iriana, Kaesang dan Paman Usman, diprediksi akan menjadi sasaran. Jokowi dan keluarga intinya berada dalam tekanan aneka tuntutan.

Sederetan kebijakan yang diduga sebagai instrumen politik, bakal dibongkar. Jelas memberi kekhawatiran bagi Jokowi dan berpotensi mendiskualifikasi Gibran. Isu panas itu semakin kencang dan mengerucut.

Terlebih pasca pengumuman hasil Pilpres di KPU, secara cepat Nasdem, PKS dan PKB beri sinyal kuat mendukung Prabowo. Tapi di balik panggung, penolakan atas posisi Gibran sebagai Wapres terus dihembuskan.

Baca Juga :  Bupati Haji Fauzi: Berpihak pada yang Lemah

Alur politik tampaknya sedang berproses pada strategis rekonsiliasi. Tapi hal bisa terwujut bila Prabowo punya sikap tegas tidak berada dalam bayang-bayang Jokowi. Pesan tersirat: Semuanya sadar tersandera politik cawe-cawe Jokowi.

Penolakan di internal Golkar atas manuver Jokowi yang ingin mengambil alih partai tersebut, setidaknya memberi gambaran perlawanan. Seolah Golkar dan bahkan PAN dan Demokrat mulai menyusun jarak dari dinasti politik Jokowi.

Asbab yang juga tak beda dengan kubu oposisi, di mana para demonstran nyaris tidak menyerang Prabowo. Tapi hampir disemua arena aksi massa, Jokowi dan Gibran menjadi fokus kemarahan rakyat.

Baca Juga :  Asisten Rumah Tangga dan Krisis Rasa Kemanusiaan

Situasi ini mirip dengan transisi pemerintahan di awal terjadi reformasi 1998. Rakyat marah pada Presiden Soeharto dan melengserkannya. Habibie dilantik sebagai Presiden tanpa pendamping Wakil Presiden.

Bisa jadi hanya Prabowo yang dilantik, Gibran tersingkir sebab dianggap sebagai anak haram konstitusi. Artinya, semua pihak yang dicurangi oleh kejahatan politik dinasti menemukan jalan tengah. Arah itu tergantung dinamika.

Pertarungan di MK bakal mendidih…!


*) Kritikus politik

Berita Terkait

Menanam Air, Memanen Ketahanan: Reorientasi Kesiapsiagaan Menghadapi Krisis Kekeringan
Pernikahan Dini: Tantangan Mewujudkan Keluarga Cemara
Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya
Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?
Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI
Guru: Mulia dalam Kata, Menderita dalam Nyata
Kurban: Dari Ketundukan Spiritual Menuju Kesalehan Sosial
Gerak Batin Ekoteologi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:17 WIB

Menanam Air, Memanen Ketahanan: Reorientasi Kesiapsiagaan Menghadapi Krisis Kekeringan

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:29 WIB

Pernikahan Dini: Tantangan Mewujudkan Keluarga Cemara

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:58 WIB

Ketika Suara dan Wajah Tak Lagi Bisa Dipercaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:31 WIB

Deep learning: Beban bagi Guru atau Jembatan Berinovasi Guru?

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Berita Terbaru

Wabup Sumenep Hadiri Doa Bersama Tahun Baru Islam (Foto: Istimewa)

Daerah

Wabup Sumenep Hadiri Doa Bersama Tahun Baru Islam

Selasa, 16 Jun 2026 - 15:17 WIB