UMKM Sumenep Serap 30 Persen Tenaga Kerja, Pemerintah Terus Dorong Legalitas dan Promosi

Redaksi Nolesa

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli (foto: istimewa)

Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli (foto: istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Saat ini, sekitar 30 persen tenaga kerja di Sumenep diserap oleh sektor UMKM yang tersebar di bidang perdagangan, kuliner, industri, dan berbagai sektor kreatif lainnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menyampaikan bahwa kontribusi UMKM sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan jumlah UKM yang hampir 300 ribu, yakni sekitar 298 ribu lebih, banyak potensi riil yang terus kami dorong, khususnya dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Kadis Ramli, Jumat kemarin, 31 Oktober 2025.

Kadis Ramli mencontohkan, salah satu sektor yang paling menonjol adalah aglomerasi pabrik hasil tembakau.

“Dari sektor ini saja sudah mampu merekrut sedikitnya 220 tenaga kerja. Jika dilihat secara keseluruhan, hampir 50 persen tenaga kerja di Sumenep terserap oleh UMKM,” jelas mantan Kadis PMD ini.

Baca Juga :  Mimbar Perdana Sang Kiai

Pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat legalitas usaha agar produk UMKM semakin diterima pasar. Untuk itu, Pemkab Sumenep membuka Halal Hub, sebuah “warung pelayanan” yang membantu pelaku usaha mengurus berbagai perizinan, mulai dari sertifikat halal hingga izin merek.

“Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah agar UMKM lebih siap bersaing,” tambah Ramli.

Selain pendampingan izin, pemerintah juga memfasilitasi promosi melalui pameran, misi dagang, serta pelatihan berbasis teknologi informasi. UMKM bahkan selalu dilibatkan dalam setiap agenda besar daerah agar semakin dikenal luas.

Baca Juga :  PBH Jatim Resmi Punya Kantor, Nadianto Komitmen Tingkatkan Kesadaran Hukum

“Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan berbagai fasilitas demi peningkatan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Beberapa produk unggulan Sumenep yang sudah mendapat perhatian hingga ke level internasional antara lain keris, ukiran, batik, kelor, kacang mete, dan bawang khas Rubaru yang telah memiliki sertifikat geografis tersendiri. (*)

Berita Terkait

Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen
Nayla Fakhirah Najmy Dinobatkan sebagai Siswi Teladan MTs Al Hasan Giligenting
Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media
Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah
Pemkab Sumenep Launching Logo Hari Jadi ke-758
Polres Sumenep Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi kepada Pemulung

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:45 WIB

Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:32 WIB

Nayla Fakhirah Najmy Dinobatkan sebagai Siswi Teladan MTs Al Hasan Giligenting

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:48 WIB

Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning

Senin, 22 Juni 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:02 WIB

Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Berita Terbaru