SUMENEP, NOLESA.COM – Peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan dampak nyata bagi perekonomian daerah.
Saat ini, sekitar 30 persen tenaga kerja di Sumenep diserap oleh sektor UMKM yang tersebar di bidang perdagangan, kuliner, industri, dan berbagai sektor kreatif lainnya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menyampaikan bahwa kontribusi UMKM sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan jumlah UKM yang hampir 300 ribu, yakni sekitar 298 ribu lebih, banyak potensi riil yang terus kami dorong, khususnya dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Kadis Ramli, Jumat kemarin, 31 Oktober 2025.
Kadis Ramli mencontohkan, salah satu sektor yang paling menonjol adalah aglomerasi pabrik hasil tembakau.
“Dari sektor ini saja sudah mampu merekrut sedikitnya 220 tenaga kerja. Jika dilihat secara keseluruhan, hampir 50 persen tenaga kerja di Sumenep terserap oleh UMKM,” jelas mantan Kadis PMD ini.
Pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat legalitas usaha agar produk UMKM semakin diterima pasar. Untuk itu, Pemkab Sumenep membuka Halal Hub, sebuah “warung pelayanan” yang membantu pelaku usaha mengurus berbagai perizinan, mulai dari sertifikat halal hingga izin merek.
“Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah agar UMKM lebih siap bersaing,” tambah Ramli.
Selain pendampingan izin, pemerintah juga memfasilitasi promosi melalui pameran, misi dagang, serta pelatihan berbasis teknologi informasi. UMKM bahkan selalu dilibatkan dalam setiap agenda besar daerah agar semakin dikenal luas.
“Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan berbagai fasilitas demi peningkatan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Beberapa produk unggulan Sumenep yang sudah mendapat perhatian hingga ke level internasional antara lain keris, ukiran, batik, kelor, kacang mete, dan bawang khas Rubaru yang telah memiliki sertifikat geografis tersendiri. (*)









