Sumenep Cetak Sejarah Baru dalam Capaian Imunisasi Anak

Redaksi Nolesa

Rabu, 5 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Pulau Madura, Jawa Timur termasuk daerah yang rendah dalam melaksanakan program imunisasi anak. Itu berlangsung selama sepuluh tahun.

Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya capaian imunisasi di Madura. Selain karena faktor lokasi juga disebabkan adanya hoax yang sampai ke masyarakat.

Atas dasar itulah, para stakeholder terus berupaya dan melakukan langkah-langkah taktis dalam meningkatkan capaian imunisasi anak.

Sebagaimana disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi pihaknya menggunakan beberapa pendekatan. Diantaranya dengan ormas. Seperti NU, Muhammadiyah dan elemen masyarakat lainnya.

Bahkan dalam realisasinya, beberapa elemen tersebut disatukan dalam Gridu (Gerakan Imunisasi Terpadu).

“Gridu ini diambil dari bahasa Madura yang berarti gaduh dan riuh,” jelas Nia Kurnia Fauzi, di Rumah Dinas Bupati, Rabu 5 Oktober 2022.

Baca Juga :  Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep Meragukan Kinerja Bea Cukai dalam Memberantas Rokok Ilegal

Dengan Gridu tersebut gerakan sosialisasi imunisasi anak bisa berjalan masif. Salah satu objeknya yakni kumpulan emak-emak. Seperti kumpulan dan arisan.

Untuk diketahui, Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) terbagi menjadi dua tahapan. Tahap pertama dimulai dari 18 Mei 2022 yang mencakup seluruh wilayah di Indonesia selain Pulau Jawa, Madura dan Bali.

Adapun tahap kedua dari 1 Agustus hingga 30 September 2022, meliputi ketiga wilayah itu dengan target capaian kejar imunisasi nasional sebesar 95 persen untuk rubella dan 80 persen untuk OPV, IPV dan DPT-HB-hib.

Baca Juga :  Tim Masalembu Hampir Sapu Bersih Tim Daratan

Dengan begitu diakhir Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada 30 September 2022, kemarin capaian imunisasi di Kabupaten Sumenep telah mencetak sejarah baru.(*)


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Jadi Gubernur Terakhir DKI, Anies Siap Maju sebagai Gubernur Pertama DKJ
Tanggapi Amien Rais, Mahfud MD: Amandemen Bisa Setiap Tahun, tapi Kalo Tak Bermoral Percuma Saja
Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemdes Romben Guna Salurkan BLT kepada Penerima
Universitas Brawijaya Malang Berjaya, Dua Mahasiswanya Ukir Prestasi NUDC 2024
Satu Langkah Menuju Pilkada Sumenep, Sejumlah Nama Bakal Ikut UKK DPP PKB
Pertamakali, Polres Sumenep Fasilitasi Pameran Keris dan Batu Akik
Ketua Dewan Apresiasi Langkah Bupati Sumenep Kurangi Sampah Plastik di Hari Raya Idul Adha
Kurangi Sampah Plastik, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Jelang Idul Adha

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:32 WIB

Jadi Gubernur Terakhir DKI, Anies Siap Maju sebagai Gubernur Pertama DKJ

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:32 WIB

Tanggapi Amien Rais, Mahfud MD: Amandemen Bisa Setiap Tahun, tapi Kalo Tak Bermoral Percuma Saja

Jumat, 14 Juni 2024 - 11:30 WIB

Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemdes Romben Guna Salurkan BLT kepada Penerima

Jumat, 14 Juni 2024 - 06:35 WIB

Universitas Brawijaya Malang Berjaya, Dua Mahasiswanya Ukir Prestasi NUDC 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:34 WIB

Satu Langkah Menuju Pilkada Sumenep, Sejumlah Nama Bakal Ikut UKK DPP PKB

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:45 WIB

Pertamakali, Polres Sumenep Fasilitasi Pameran Keris dan Batu Akik

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:48 WIB

Ketua Dewan Apresiasi Langkah Bupati Sumenep Kurangi Sampah Plastik di Hari Raya Idul Adha

Kamis, 13 Juni 2024 - 08:12 WIB

Kurangi Sampah Plastik, Bupati Sumenep Keluarkan Surat Edaran Jelang Idul Adha

Berita Terbaru

Anggun Cahyaningrum (Foto: dokumen pribadi)

Budaya

Rokat Pandhaba: Identitas Budaya yang Masih Terjaga

Jumat, 14 Jun 2024 - 13:11 WIB