Respon Kiai Dardiri atas Lahirnya Raperda Reforma Agraria

Redaksi Nolesa

Minggu, 25 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Pusat Studi Kebudayaan (PaSKA) Madura, Jawa Timur gelar diskusi Raperda Reforma Agraria, Sabtu, 24 September 2022.

Diskusi Raperda Reforma Agraria yang diadakan PaSKA ini bertepatan dengan Hari Tani Nasional.

Selain itu juga bersamaan dengan tanggal dikeluarkannya Undang-Undang Agraria (UUPA),

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam diskusi tersebut PaSKA Madura menghadirkan Ketua Komisi I DPRD Sumenep dan aktivis Barisan Ajaga Tanah Ajaga Na’poto (BATAN), Kiai A Dardiri Zubairi, aktivis PMII, akademisi dan jurnalis.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath yang menginisiasi Raperda Reforma Agraria menyambut baik diskusi yang dilaksankan PaSKA Madura.

Pasalnya, visi diskusi tersebut sesuai dengan apa yang dikendaki Komisi I DPRD Sumenep yakni Raperda Reforma Agraria tidak hanya menjadi keinginan legislatif semata, tetapi ada keterlibatan masyarakat berupa ide atau gagasan yang terwakilkan.

Baca Juga :  41 Tenaga Kesehatan di Sumenep Menerima SK, Bupati Achmad Fauzi Berpesan Konsisten Melayani

Raperda Reforma Agraria yang memiliki spirit redistribusi tanah secara berkeadilan. Karenanya, kontribusi pemikiran dari elemen masyarakat akan menyempurnakan isi raperda. Dan pada saat disahkan menjadi perda benar-benar menjadi instrumen untuk mensejahterakan masyarakat dengan cara melibatkan semua pihak dalam proses penyusunannya.

“Kami akan mengakomodir beragam masukan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk gagasan yang diusulkan dari Kiai Dardiri sebagai aktivis agraria dan tokoh NU Sumenep,” kata Darul.

Sementara itu, aktivis BATAN sekaligus Wakil Ketua PC NU Sumenep Kiai A Dardiri Zubairi, mengapresiasi lahirnya Raperda Reforma Agraria. Ia menegaskan bahwa spirit dari raperda ini adalah distribusi tanah secara berkeadilan.

Menurut Kiai Dardiri, Raperda Reforma Agraria memiliki keterkaitan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW), lahan pertanian dan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Tim Masalembu Hampir Sapu Bersih Tim Daratan

Agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sumenep, Raperda Reforma Agraria harus nyambung dengan spirit Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau PLP2B, RTRW dan lingkungan hidup.

“Raperda ini menjadi kurang bermanfaat jika tidak nyambung dengan tata ruang,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga beri catatan tentang kearifan lokal. Raperda Reforma Agraria harus mampu merepresentasikan kondisi Sumenep, yang masuk dalam draft raperda.

Misal tanah Daleman, tanah sangat subur yang dikuasai raja. Kemudian tanah Perdikan atau tanah yang diberikan keluarga raja kepada juru kunci.

“Kemudian tanah percaton, apakah tanah ini juga masuk tanah objek reforma agraria atau TORA?” ujarnya.

Catatan lain soal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang memiliki tugas menata dan mendistribusikan tanah. Dalam hal ini Kiai Dardiri berharap, dalam klausul draft raperda, GTRA tidak ekslusif.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Revitalisasi Stasiun Manggarai, Ternyata Tujuan Utamanya ini

“Masyarakat juga bisa mengakses dalam penentuan TORA dan subyek atau penerima redistribusi tanah,” harap Kiai Dardiri.

Ketua PC PMII Sumenep Qudsiyanto juga menyetujui sekaligus mengapresiasi Raperda Reforma Agraria. Ia berharap raperda ini hadir untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat miskin seperti buruh tani dan petani gurem. “Jangan sampai lahir untuk kepentingan kelompok atau korporasi,” harap alumnus INSTIKA itu.

Diskusi tentang Raperda Reforma Agraria tidak hanya sekali ini saja. Sebelumnya Komisi I DPRD Sumenep juga pernah melaksanakan FGD di Surabaya bersama penyusun draft dari Universitas Brawijaya, kemudian dilanjutkan di Hotel de Bagraf Sumenep.(*)


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Agar Tidak Ngambang, Naskah Akademik Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Direvisi
Terkait Perda Keris, Bapemperda Minta Disbudporapar Sumenep Segera Lengkapi Naskah Akademiknya
Komisi III DPRD Sumenep Serius Kawal Perbaikan Jalan Rusak
Tidak Ada Penyelewengan Bantuan Pangan, Berikut Penjelasan Pj Kades Masakambing
Sumenep Rumah Kita, Kiai Hamid Jadikan Idulfitri 1445 Hijriah sebagai Momentum Perkuat Persaudaraan
Ketua Dewan Sumenep Apresiasi Program Mudik dan Balik Gratis Bupati Haji Fauzi, Berikut Catatannya!
Silaturahim Bersama Ulama, Bupati Haji Fauzi Meminta Nasihat untuk Kemajuan Sumenep
PMII Bangkalan “Menabalkan” Jayus Salam

Berita Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 09:30 WIB

Agar Tidak Ngambang, Naskah Akademik Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Direvisi

Kamis, 18 April 2024 - 19:19 WIB

Terkait Perda Keris, Bapemperda Minta Disbudporapar Sumenep Segera Lengkapi Naskah Akademiknya

Rabu, 17 April 2024 - 16:44 WIB

Komisi III DPRD Sumenep Serius Kawal Perbaikan Jalan Rusak

Selasa, 16 April 2024 - 13:30 WIB

Sumenep Rumah Kita, Kiai Hamid Jadikan Idulfitri 1445 Hijriah sebagai Momentum Perkuat Persaudaraan

Jumat, 12 April 2024 - 11:38 WIB

Ketua Dewan Sumenep Apresiasi Program Mudik dan Balik Gratis Bupati Haji Fauzi, Berikut Catatannya!

Kamis, 4 April 2024 - 21:00 WIB

Silaturahim Bersama Ulama, Bupati Haji Fauzi Meminta Nasihat untuk Kemajuan Sumenep

Kamis, 4 April 2024 - 19:00 WIB

PMII Bangkalan “Menabalkan” Jayus Salam

Rabu, 3 April 2024 - 19:30 WIB

Di Sela-sela Bukber, Bupati Haji Fauzi Berterimakasih kepada Wartawan Telah Membantu Pembangunan Sumenep

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Tangguh

Sabtu, 20 Apr 2024 - 15:09 WIB