SUMENEP, NOLESA.COM – Peringatan Hari Menurunkan Emisi CO₂ Internasional setiap 28 Januari menjadi momentum refleksi penting bagi pemerintah daerah dalam menata arah pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Di Kabupaten Sumenep, komitmen tersebut tidak sekadar menjadi wacana, tetapi telah diwujudkan melalui langkah nyata yang konsisten.
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa isu perubahan iklim dan penurunan emisi karbon merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kebijakan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah mendorong penggunaan kendaraan listrik, baik sepeda motor listrik maupun mobil dinas listrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Peringatan Hari Menurunkan Emisi CO₂ Internasional ini mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Pemerintah daerah harus menjadi contoh dalam upaya menekan emisi karbon,” ujar Bupati Fauzi, Rabu, 26 Januari 2026.
Sebagai bentuk keteladanan, Bupati Fauzi bahkan menggunakan mobil dinas berbasis listrik dalam aktivitas kedinasannya. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik tidak hanya mengurangi emisi gas buang, tetapi juga menjadi simbol perubahan pola pikir menuju transportasi yang lebih bersih dan efisien.
“Kami ingin memulai dari hal-hal yang bisa dilakukan secara nyata. Penggunaan kendaraan listrik adalah salah satu upaya mengurangi polusi udara sekaligus mendukung energi ramah lingkungan,” ungkapnya.
Selain mobil dinas listrik, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga aktif menggalakkan penggunaan sepeda motor listrik sebagai alternatif transportasi harian.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya beralih ke energi bersih demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Bupati Fauzi menekankan bahwa kebijakan penurunan emisi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi budaya. Jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, saya optimistis Sumenep dapat menjadi daerah yang berkontribusi dalam menekan emisi karbon,” katanya.
Melalui momentum Hari Menurunkan Emisi CO₂ Internasional ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap semangat transisi menuju energi ramah lingkungan semakin kuat, sehingga pembangunan daerah tetap berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam demi generasi mendatang. (*)
Penulis : Wail Arrifki










