SUMENEP, NOLESA.COM – Puskesmas Pandian, Sumenep, Madura, Jawa Timur melaksanakan imunisasi massal campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) pada Senin, 25 Agustus 2025.
Hari pertama melakukan imunisasi campak dilaksanakan di PAUD-TK Al Qadar Desa Pandian.
Kegiatan ini dipantau langsung oleh Wakil Bupati Sumenep bersama jajaran Forkopimda dan Forpimka Sumenep. Imunisasi dilakukan serentak bersama empat PAUD-TK lain di wilayah kerja Puskesmas Pandian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini merupakan respons cepat atas peningkatan kasus campak di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan data Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, hingga 24 Agustus 2025 tercatat 2.105 kasus campak, naik dari 2.035 kasus sebelumnya.
Sebanyak 17 anak meninggal dunia, 16 di antaranya belum pernah divaksin dan satu lainnya belum menerima vaksin lengkap.
Di wilayah kerja Puskesmas Pandian, sejak Januari hingga 25 Agustus tercatat 105 kasus. Desa Kolor mencatat jumlah tertinggi dengan 54 kasus, sedangkan Kelurahan Kepanjin terendah dengan 4 kasus.
Pelaksanaan ORI pada pekan pertama, 25–30 Agustus 2025, dilakukan di 22 PAUD-TK oleh tujuh tim imunisasi. Hari pertama mencatat capaian 94,4 persen, yakni 438 dari 464 anak berhasil diimunisasi. Pekan kedua, 01–06 September, akan dilanjutkan di 43 Posyandu serta sweeping rumah ke rumah hingga 14 September.
Kepala Puskesmas Pandian dr. Fatimatul Insyoniah, M.Kes, mengaku optimistis target minimal 95 persen tercapai berkat dukungan lintas sektor dan sosialisasi aktif ke masyarakat, demi membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dan melindungi anak-anak dari campak.
“Imunisasi ini akan sukses jika didukung semua pihak,” tandasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









