Pemkab Sumenep Gelar Isra Mikraj, Santuni 750 Anak Yatim

Redaksi Nolesa

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Sumenep Gelar Isra Mikraj, Santuni 750 Anak Yatim (Foto: Ist)

Pemkab Sumenep Gelar Isra Mikraj, Santuni 750 Anak Yatim (Foto: Ist)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan Festival Kreasi Anak Yatim di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Minggu, 15 Februari 2026.

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, anak yatim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menyalurkan santunan kepada 750 anak yatim, dengan penyerahan dilakukan secara simbolis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Achmad Syahwan Effendi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.

Baca Juga :  Momentum Tepat Lawan Tuberkulosis

“Peristiwa Isra Mikraj merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk menerima perintah salat lima waktu. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang mengajarkan tentang keimanan, keteguhan, dan ketaatan,” ujar Syahwan.

Terkait santunan anak yatim, Syahwan menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah.

“Festival anak yatim yang kita selenggarakan hari ini adalah bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang. Memuliakan anak yatim adalah jalan menuju keberkahan. Mereka bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  Pesan Penting Bupati Fauzi kepada PKDI Sumenep

Sementara itu, KH Ahmad Halimy dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan sejatinya kembali untuk diri sendiri.

“Kalau kita berbuat baik, sejatinya itu untuk diri kita sendiri. Jadi ketika kita memberi santunan kepada anak yatim, itu sebenarnya menjadi tabungan kita kelak saat masuk ke alam kubur dan ketika menghadap Allah SWT,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa menyantuni anak yatim bukan semata-mata untuk kepentingan mereka, tetapi juga sebagai bekal amal bagi pemberi.

Baca Juga :  Aktivis Milenial Sayangkan Demo BBM Mahasiswa Kering Kajian Akademik

“Bukan untuk anak yatimnya, melainkan untuk kepentingan kita sendiri sebagai bekal saat kita kelak menghadap Allah SWT,” imbuh KH Halimy.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penampilan kreasi anak yatim, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga pertunjukan seni islami.

Pemerintah daerah berharap kegiatan itu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Sumenep. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Polres Sumenep Dukung Pengembangan Pertanian Melon Berbasis Smart Farming
Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram
Jumlah Hewan Kurban Pemkab Sumenep Naik Dibanding Tahun Lalu
Said Abdullah Kembali Salurkan Hewan Kurban, Khusus Madura Sebanyak 298 Ekor Sapi

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:08 WIB

Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:40 WIB

KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:03 WIB

Rustini Muhaimin Terus Kampanyekan Gerakan Literasi, Kali ini di MI YAPPI Balong

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:46 WIB

Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:07 WIB

Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Opini

Generasi Cemas di Bawah Bayang-bayang AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:44 WIB