JAKARTA, NOLESA.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan komitmennya untuk mendukung program pendidikan gratis bagi santri korban banjir di Aceh yang akan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kabupaten Pidie Jaya.
Dukungan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana alam, khususnya di lingkungan pesantren.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan setelah Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Aceh, Ruslan Daud, melakukan kunjungan dan pertemuan langsung dengan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng, Abiya Anwar Kuta Krueng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan itu membahas rencana pesantren dalam menerima santri korban banjir tanpa memungut biaya pendidikan. Dialog berlangsung di kompleks pesantren yang terletak di Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Ruslan Daud menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. Menurutnya, PKB diminta untuk memberikan dukungan nyata terhadap inisiatif kemanusiaan yang digagas oleh pihak pesantren.
Ia menyebutkan bahwa Ketua Umum PKB mengapresiasi langkah Abiya Anwar Kuta Krueng yang membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak korban banjir, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan agama dan umum secara layak.
Pria yang akrab disapa HRD itu menambahkan bahwa Muhaimin Iskandar ingin memastikan bencana alam tidak menjadi penghalang bagi masa depan generasi muda Aceh.
Sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menaruh perhatian besar pada keberlangsungan pendidikan, terutama bagi santri yang menempuh pendidikan di dayah atau pesantren.
PKB, kata HRD, siap memfasilitasi berbagai kebutuhan pendidikan santri korban banjir yang akan mondok di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng.
Lebih lanjut, HRD menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Anak-anak yang terdampak banjir, baik di Aceh maupun wilayah lain di Sumatera, harus tetap mendapatkan kesempatan belajar yang setara agar mampu bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik.
Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng sendiri merupakan salah satu pesantren besar dan bersejarah di Aceh. Berlokasi di Desa Kuta Krueng, pesantren ini berdiri sejak tahun 1964 dan didirikan oleh Tgk. H. Usman Ali atau yang dikenal sebagai Abu Kuta Krueng.
Saat ini, Darul Munawwarah Kuta Krueng menampung sekitar 10.000 santri putra dan putri. Pesantren tersebut telah melahirkan ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang serta mendirikan sejumlah cabang pesantren, baik di Aceh maupun di luar daerah. (*)
Penulis : Arif










