Universitas Brawijaya Malang Berjaya, Dua Mahasiswanya Ukir Prestasi NUDC 2024

Redaksi Nolesa

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hemalia Kusumadewi dan Irfan Azhari mahasiswa Universitas Brawijaya Malang juara 3 ajang National University Debating Competition (NUDC) 2024 (Foto: infopublik)

Hemalia Kusumadewi dan Irfan Azhari mahasiswa Universitas Brawijaya Malang juara 3 ajang National University Debating Competition (NUDC) 2024 (Foto: infopublik)

Malang, NOLESA.com – Hemalia Kusumadewi dan Irfan Azhari suskes mengharumkan Jawa Timur di kancah nasional. Keduanya berhasil meraih juara 3 ajang National University Debating Competition (NUDC) 2024.

Hemalia Kusumadewi dan Irfan Azhari merupakan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur.

Berkat prestasi tersebut, UB berhasil memecahkan rekor. Sebab, selama delapan tahun terakhir tidak pernah meraih prestasi bergengsi di ajang NUDC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kompetisi debat bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud Indonesia ini menggunakan format British Parliamentary,setiap tim terdiri dari dua orang.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP, Bambang Dwi Prasetyo, Kamis, (13/6/2024) menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh Hemalia dan Irfan.

Baca Juga :  Kolaborasi, KKN Tradisi Nusantara UIN SUKA Yogyakarta Kembangkan Desa Pintar

“Prestasi ini tidak bisa tiba-tiba terjadi. Kami menciptakan atmosfer di antara organisasi kemahasiswaan untuk membentuk komunitas-komunitas debat. Intensitas latihannya kadang-kadang tergantung tapi semakin mendekati lomba, latihan menjadi lebih intensif,” ujarnya seperti dikutip infopublik.

Hemalia dan Irfan sebenarnya tidak digabungkan dari awal. Namun, karena pasangan Irfan yang semula sudah lulus maka diputuskan untuk memasangkan Irfan dengan Hemalia. Kombinasi ini ternyata berhasil meraih Juara 1 di tingkat Universitas Brawijaya sebelum melaju ke tingkat regional dan nasional.

“Hemalia ini juga mahasiswa berprestasi utama di FISIP. Setelah menang di tingkat UB, mereka mendapat pendampingan lebih intensif dengan pelatih debat nasional,” tambah.

Baca Juga :  Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Setelah menjadi perwakilan UB, mereka menjalani seleksi di tingkat Jawa Timur dan meraih Juara 1. Hasil ini membawa mereka berkompetisi di tingkat nasional. Hemalia dan Irfan berhasil meraih Juara 3 .

“Ini prestasi yang luar biasa dan membanggakan, karena lomba debat ini diselenggarakan oleh Kementerian Ristek dan Dikti, selevel dengan PIMNAS,” katanya.

Capaian ini menurut Bambang Dwi menjadi hal yang membanggakan sebab capaian di NUDC setara dengan raihan di Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS)

“Menurut saya ini ya sesuatu yang sangat menyenangkan dan membanggakan ya tentu bukan hanya bagi lembaga. Tapi portofolio anak-anak juga pasti akan memberikan nilai lebih bagi mereka,” paparnya.

Baca Juga :  Langkah Cerdas Kemendikbudristek RI Membumikan Pancasila 

Lebih lanjut, FISIP berencana untuk menjadikan debat sebagai ciri dan karakter khas fakultas melalui sarana lembaga organisasi mahasiswa yang ada di FISIP mulai dari Badan Riset Ilmu Sosial (BARIS) FISIP UB hingga Kementerian Inovasi dan Karya (INOYA) BEM FISIP UB.

“Kami akan mengintensifkan pembinaan dan mendatangkan pelatih-pelatih nasional. Kami juga berencana untuk melembagakan kegiatan debat ini agar menjadi ciri khas FISIP,” pungkas Bambang.

Melalui langkah-langkah ini, FISIP berharap dapat terus menghasilkan debater-debater berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Penulis : Arif

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Kabag Helmi Yakin Gelar Doktor Bupati Sumenep Akan Membawa Perubahan
Aksi Mahasiswa Sumenep Antisipasi Kekerasan Seksual
Sabet Juara 1 KSM Bidang Matematika, Siswi MA Nasy-atul Muta’allimin Candi Akan Melenggang ke Jawa Timur
Agri Expo, Cara Mahasiswa UNU Yogyakarta Ciptakan Peluang Bisnis
Kemenag Sumenep Gelar Kompetisi Sains Madrasah, Juaranya akan Diutus ke Provinsi Jatim
Apa Perbedaan Sistem Hukum Eropa Kontinental dan Anglo-Saxon? Berikut Penjelasannya!
PMII Rayon Humaniora Park Adakan RTAR
SMA UII Bersama Dosen FBSB UNY Lakukan Penguatan Literasi Teks Sastra

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:57 WIB

Kabag Helmi Yakin Gelar Doktor Bupati Sumenep Akan Membawa Perubahan

Jumat, 12 Juli 2024 - 07:00 WIB

Aksi Mahasiswa Sumenep Antisipasi Kekerasan Seksual

Senin, 8 Juli 2024 - 11:00 WIB

Sabet Juara 1 KSM Bidang Matematika, Siswi MA Nasy-atul Muta’allimin Candi Akan Melenggang ke Jawa Timur

Sabtu, 6 Juli 2024 - 11:00 WIB

Agri Expo, Cara Mahasiswa UNU Yogyakarta Ciptakan Peluang Bisnis

Rabu, 3 Juli 2024 - 15:48 WIB

Kemenag Sumenep Gelar Kompetisi Sains Madrasah, Juaranya akan Diutus ke Provinsi Jatim

Kamis, 27 Juni 2024 - 13:10 WIB

Apa Perbedaan Sistem Hukum Eropa Kontinental dan Anglo-Saxon? Berikut Penjelasannya!

Selasa, 25 Juni 2024 - 15:10 WIB

PMII Rayon Humaniora Park Adakan RTAR

Jumat, 14 Juni 2024 - 06:35 WIB

Universitas Brawijaya Malang Berjaya, Dua Mahasiswanya Ukir Prestasi NUDC 2024

Berita Terbaru

Sujono (Foto: dokumen pribadi)

Mimbar

Kenapa Kita Yakin Bahwa Anak-anak Itu Memberi Kebahagiaan?

Jumat, 12 Jul 2024 - 08:15 WIB

Mahasiswa Unija Sumenep gelar talkshow bahaya dan dampak kekerasan seksual, Kamis 11/7/2024 (Foto: istimewa)

Pendidikan

Aksi Mahasiswa Sumenep Antisipasi Kekerasan Seksual

Jumat, 12 Jul 2024 - 07:00 WIB

Mimbar

Prabowo-Gibran dan PR Menata Ulang Indonesia

Kamis, 11 Jul 2024 - 21:14 WIB