Novita Hardini Galakkan Sampah Organik Jadi Solusi Pupuk dan Dukung Net Zero Carbon

Redaksi Nolesa

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Hardini Galakkan Sampah Organik Jadi Solusi Pupuk dan Dukung Net Zero Carbon (Foto: Ist)

Novita Hardini Galakkan Sampah Organik Jadi Solusi Pupuk dan Dukung Net Zero Carbon (Foto: Ist)

TRENGGALEK, NOLESA.COM – Novita Hardini sebagai Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan memiliki komitmen tinggi dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketahanan pangan.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan Novita Hardini yakni mendorong peran strategis Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sampah organik sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Legislator cantik yang akrab disapa Novita itu menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian tidak hanya berdampak pada ekonomi rumah tangga, tetapi juga menjadi solusi konkret atas persoalan lingkungan.

Hal itu ia sampaikan pada saat berkunjung ke KWT Desa Munjungan, Kecamatan Munjungan, pada Kamis pekan kedua Februari 2026.

Saat itu Novita mengajak perempuan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur dan buah guna menekan biaya hidup keluarga. Lebih jauh, melalui KWT, Novita Hardini mendorong pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos sebagai langkah mandiri menghadapi kelangkaan dan mahalnya harga pupuk.

“Di satu sisi pupuk sulit dan mahal, di sisi lain sampah organik melimpah dan mencemari lingkungan. Jika dikelola dengan baik oleh KWT, ini bisa menjadi solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Rp10 Juta Bantuan Bupati Ra Fauzi untuk Perajin Blangkon

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Trenggalek menuju Net Zero Carbon, dengan memaksimalkan pengelolaan limbah organik di tingkat akar rumput.

“Kita dukung target Net Zero Carbon dengan memberdayakan KWT. Sampah organik harus diolah, bukan dibuang. Ini tentang membangun ekosistem yang berkesinambungan,” tegas politisi muda fraksi PDI Perjuangan itu.

Baca Juga :  Santunan dan Khitan Gratis, Cara BAZNAS Sumenep Peringati HUT ke-22

Perempuam yang juga merupakan Ketua PKK kabupaten Trenggalek itu juga menyoroti pentingnya pengelolaan limbah dari dapur rumah tangga, SPPG, hingga industri padat karya agar tidak mencemari lingkungan. Ia mendorong Ketua Tim Penggerak PKK di setiap kecamatan berperan sebagai “ibu asuh” dalam memassifkan gerakan pengolahan limbah menjadi sumber ekonomi baru bagi KWT.

“Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun desa yang mandiri, tangguh, dan ramah lingkungan.” tandas Novita. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik
Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep
Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027
JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional
Layanan UHC Tanpa Perbedaan, Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
UKM PSHT UTM Raih Piala Rektor dan Juara Umum 3 di Ajang Trunojoyo Cup IV
Pemkab Bangkalan Genjot Imunisasi dan Tekan Stunting Lewat Lomba Video Inovasi
Tak Perlu ke Luar Kota, Arinna Hidayah Salon & SPA Resmi Hadir di Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:13 WIB

Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:46 WIB

Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:37 WIB

JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:55 WIB

Layanan UHC Tanpa Perbedaan, Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Berita Terbaru