Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Latih Warga Panagan Bikin Sirup dari Buah Siwalan

Redaksi Nolesa

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah latih warga Panagan, Gapura bikin sirup dari buah siwalan (for NOLESA. COM)

Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah latih warga Panagan, Gapura bikin sirup dari buah siwalan (for NOLESA. COM)

SUMENEP, NOLESA.COM – Dalam upaya mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan keterampilan masyarakat, peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah Posko 23 kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program kreatif.

Salah satunya dengan mengadakan pelatihan pembuatan sirup berbahan dasar buah siwalan di Desa Panagan, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan ini bertempat di kediaman Kepala Desa Gapura dengan menghadirkan Bapak Muhammad Nurul Hidayatullah, salah satu dosen Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Annuqayah, sebagai pemateri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini bertujuan bukan sekadar mengenalkan resep baru, tetapi juga menginspirasi warga agar lebih kreatif memanfaatkan hasil alam lokal yang melimpah. Pelatihan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil alam menjadi produk bernilai ekonomi.

Siwalan, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai buah lontar, memiliki cita rasa manis alami dan kaya akan elektrolit, sehingga baik untuk kesehatan. Sayangnya, pemanfaatan siwalan selama ini masih terbatas pada konsumsi segar atau campuran minuman. Padahal buah ini bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti sirup.

Baca Juga :  Selain Semarak Hari Jadi, Tujuan Utama Grastrack Motocross ini

Ketua Kelompok KKN Posko 23, Nakia Amelita Atika, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mereka.

“Kami ingin memaksimalkan potensi lokal yang selama ini belum dikelola optimal. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk inovatif yang bernilai ekonomi,” katanya.

Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh potensi besar buah siwalan di Desa Panagan, Gapura, yang tumbuh subur dan melimpah, tetapi pemanfaatannya masih terbatas. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat menciptakan produk olahan yang tahan lama, bernilai jual tinggi, dan bisa dipasarkan lebih luas.

Dalam materinya, Bapak Dayat—sapaan akrabnya—menekankan bahwa pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk siap jual bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga ketahanan pangan.

“Buah siwalan ini sangat potensial. Jika hanya dijual mentah, harganya murah dan cepat rusak. Tapi kalau diolah jadi sirup, nilainya bisa berlipat,” ujarnya.

Baca Juga :  Indonesia Didapuk Menjadi Ketua ASEAN

Warga Desa Panagan tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan, mulai dari ibu rumah tangga, para kader desa, hingga pelaku UMKM produk buah siwalan.

Bagian praktik menjadi sesi yang paling dinanti. Proses pembuatan sirup siwalan ini dimulai dari nira yang diolah menjadi gula, lalu gula tersebut digunakan sebagai bahan dasar sirup bersama jahe.

“Sebenarnya untuk campurannya tidak hanya menggunakan jahe, bisa juga diganti dengan temulawak atau serai,” ungkap Pak Dayat.

Tips lain yang dibagikan adalah cara membuat sirup agar lebih menarik, salah satunya melalui pengemasan dengan label yang menarik serta strategi pemasaran melalui media sosial agar produk ini dapat menjangkau pasar lebih luas.

Di akhir pelatihan, peserta berkesempatan mencicipi sirup yang sudah jadi. Banyak yang mengaku kagum dengan rasa segar dan manis alami sirup siwalan. Beberapa peserta bahkan langsung mengungkapkan keinginan untuk mencoba membuatnya di rumah dan menjadikannya sebagai peluang usaha.

Baca Juga :  Momentum Hari Jadi ke-756 Sumenep Jadi Ajang Penguatan Identitas Daerah

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari warga, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Mereka menilai sirup siwalan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

“Saya baru tahu kalau siwalan bisa dibuat sirup. Rasanya enak dan kalau dijual pasti laku,” kata Ibu Mar, salah satu peserta pelatihan.

Kepala Desa Panagan, Gapura, Sukkur, menyampaikan apresiasinya.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya sekali, tapi berkelanjutan agar desa kami tidak hanya bisa mengubah nira siwalan menjadi gula merah,” katanya.

Pelatihan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat membuka peluang ekonomi baru. Dengan dukungan mahasiswa KKN Universitas Annuqayah, diharapkan Desa Panagan, Kecamatan Gapura pada umumnya mampu menjadikan sirup siwalan jahe sebagai produk unggulan, sehingga potensi lokal tidak hanya berhenti pada gula, tetapi berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. (*)

 

 

Penulis : Yon

Berita Terkait

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik
Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep
Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027
JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional
Layanan UHC Tanpa Perbedaan, Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
UKM PSHT UTM Raih Piala Rektor dan Juara Umum 3 di Ajang Trunojoyo Cup IV
Pemkab Bangkalan Genjot Imunisasi dan Tekan Stunting Lewat Lomba Video Inovasi
Tak Perlu ke Luar Kota, Arinna Hidayah Salon & SPA Resmi Hadir di Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:13 WIB

Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:46 WIB

Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:37 WIB

JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:55 WIB

Layanan UHC Tanpa Perbedaan, Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep

Berita Terbaru