JAKARTA, NOLESA.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sudjatmiko, mengingatkan pemerintah agar tidak menunda persiapan Mudik Lebaran 2026.
Menurut Sudjatmiko perencanaan yang matang harus dilakukan sejak awal demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Ia menilai mudik Lebaran selalu menjadi momen dengan tingkat mobilitas tertinggi setiap tahunnya. Karena itu, kesiapan negara dalam mengelola arus mudik dan balik menjadi faktor penentu keselamatan jutaan pemudik di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudjatmiko menekankan bahwa kondisi infrastruktur jalan harus menjadi perhatian utama. Jalan nasional maupun jalan tol akan menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat selama Lebaran, sehingga kualitasnya tidak boleh diabaikan.
Ia meminta pemerintah mempercepat proses preservasi dan perbaikan jalan. Pekerjaan tersebut, kata dia, harus diselesaikan sebelum puncak arus mudik agar tidak mengganggu perjalanan masyarakat.
“Pemerintah harus memastikan tidak ada jalan rusak yang dapat membahayakan pengguna jalan. Preservasi jalan harus dikerjakan secara cepat agar hasilnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujar Sudjatmiko, Jumat, 30 Januari 2026.
Selain jalan nasional, kesiapan jalan tol juga dinilai krusial. Sudjatmiko menyebut pengelola jalan tol memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan arus kendaraan tetap lancar selama periode mudik Lebaran.
Ia pun memberikan apresiasi terhadap rencana PT Jasa Marga yang akan mengoperasikan empat ruas jalan tol fungsional. Ruas tol tersebut rencananya dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa dikenakan tarif selama masa mudik.
“Langkah ini patut diapresiasi karena akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas dan memberikan alternatif jalur bagi pemudik,” katanya.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi infrastruktur dan transportasi, Sudjatmiko juga menyoroti pentingnya ketersediaan tempat istirahat. Menurutnya, rest area yang memadai sangat dibutuhkan agar pemudik dapat berhenti sejenak untuk memulihkan kondisi fisik.
Ia mengingatkan bahwa kelelahan pengemudi kerap menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas saat musim mudik. Karena itu, fasilitas pendukung perjalanan harus dipastikan dalam kondisi optimal.
Tak hanya soal fisik jalan, Sudjatmiko juga menekankan perlunya perencanaan rekayasa lalu lintas yang matang. Pengaturan arus kendaraan harus disusun jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan.
Ia mendorong adanya koordinasi intensif antara kementerian terkait, aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta pengelola jalan tol agar seluruh kebijakan mudik berjalan selaras.
“Intinya, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan mudik Lebaran 2026,” pungkas Sudjatmiko. (*)
Penulis : Arif










