SUMENEP, NOLESA.COM – Mahasiswa magister kecerdasan buatan (AI) asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, Ach. Nur Aqil Wahid, ciptakan inovasi di sektor teknologi perikanan dan kelautan.
Dengan inovasi canggih berbasis AI bikinan Aqil Wahid ini, memungkinkan para nelayan tradisional bisa menavigasi lautan dengan presisi dalam mencari ikan.
Menurut Aqil, sistem ini memanfaatkan chatbot WhatsApp guna memberikan informasi real-time tentang lokasi gerombolan ikan, jenis ikan yang tersedia, serta waktu terbaik untuk melaut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin nelayan tidak lagi berangkat dengan ketidakpastian. Cukup kirim pesan, dan sistem akan memberikan prediksi akurat berdasarkan data terkini,” jelas Aqil, Selasa 24 Januari 2025.
Teknologi ini bukan sekadar chatbot biasa, mengintegrasikan berbagai sumber data, termasuk pembacaan sonar dari kapal nelayan, suhu dan arus laut, informasi cuaca dari BMKG, serta rekam jejak migrasi ikan di lautan.
Dengan bantuan machine learning, sistem ini mampu menganalisis pola dan memprediksi pergerakan ikan berdasarkan variabel waktu, musim, dan kondisi lingkungan.
“Contohnya, jika data menunjukkan ikan tongkol sering muncul di barat laut Gili Raja pada pukul 04.30–08.00 saat suhu laut 27–28°C, AI akan langsung merekomendasikan waktu dan lokasi tersebut kepada nelayan,” papar Aqil.
Sebelumnya, nelayan hanya bisa mengandalkan GPS Fish Finder di tengah laut, dengan segala risiko cuaca buruk dan pemborosan bahan bakar.
Kini, dengan sekali pesan WhatsApp, nelayan bisa merencanakan ekspedisi dengan lebih efisien.
“Ini bukan sulap, melainkan kolaborasi antara kearifan nelayan, teknologi, dan data. AI hanya membantu mengolah informasi yang sudah ada,” ujar Aqil.
Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap uji coba terbatas di beberapa desa pesisir Sumenep. Namun, Aqil berharap inovasinya dapat dikembangkan secara nasional, membantu nelayan tradisional di Indonesia, utamanya meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mengurangi risiko di laut.
“Nelayan kita memiliki pengetahuan empiris yang luar biasa. Kami hanya memberikan alat bantu cerdas agar mereka bisa bekerja lebih efektif dan aman,” tuturnya.
Inovasi Aqil membuktikan bahwa anak daerah tidak hanya mampu bersaing di kancah teknologi global, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata dari akar rumput.
Di tangannya, WhatsApp tak lagi sekadar media sosial, melainkan sebuah radar digital yang membawa harapan baru bagi para pelaut tradisional.(*)
Penulis : Rusydiyono










