BANGKALAN, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi atlet daerah sejak usia sekolah.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim secara langsung menyerahkan medali kepada para juara pada Rabu, 17 Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Bupati Lukman dalam ajang tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi para pelajar yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya di berbagai cabang olahraga.
Olimpiade Olahraga Pelajar Kabupaten Bangkalan berlangsung selama sepekan, mulai 14 hingga 21 Desember 2025.
Sejumlah cabang olahraga dipertandingkan, di antaranya pencak silat, renang, atletik, bola voli, futsal, catur, dan tenis lapangan.
Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di seluruh wilayah Bangkalan turut ambil bagian, menjadikan kegiatan ini sebagai ajang kompetisi sekaligus seleksi awal atlet potensial.
Bupati Lukman menegaskan bahwa Olimpiade Olahraga Pelajar bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pembinaan olahraga di Kabupaten Bangkalan.
Melalui ajang ini, kata politikus PDI Perjuangan itu pemerintah daerah dapat memetakan bibit atlet berbakat untuk kemudian dibina secara berkelanjutan.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Kegiatan ini menjadi fondasi awal agar atlet pelajar Bangkalan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Bupati Lukman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan, Ahmad Ahadian Hamid, menyampaikan bahwa pelaksanaan olimpiade juga dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang pelajar setelah menyelesaikan ujian sekolah.
Dengan demikian, tegas Hamid, aktivitas pelajar dapat diarahkan pada kegiatan yang positif dan produktif.
Ia menambahkan, Olimpiade Olahraga Pelajar merupakan tahapan awal seleksi atlet yang akan dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2026.
“Melalui proses seleksi dini dan berjenjang, diharapkan dapat terjaring atlet-atlet potensial dari berbagai jenjang pendidikan untuk mendapatkan pembinaan yang lebih intensif dan terarah,” tandasnya. (*)
Penulis : Robet









