SUMENEP, NOLESA.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali memaknai arti kemerdekaan dalam kehidupan masyarakat.
Bagi Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Erliyati, pembangunan yang telah berlangsung selama 81 tahun kemerdekaan harus terus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dasar, termasuk kesehatan. Masyarakat, kata dia, berhak memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, aman, cepat, dan berkualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Makna kemerdekaan bagi kami adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang terbaik. Di bidang kesehatan, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan yang mudah, nyaman, dan bermutu,” ujar Erliyati.
Ia mengatakan, rumah sakit daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada kesembuhan pasien, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman selama menjalani proses pengobatan.
Karena itu, momentum HUT ke-81 RI dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi jajaran RSUD dr. H. Moh. Anwar untuk terus memperbaiki berbagai aspek pelayanan. Pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi medis, digitalisasi pelayanan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya tersebut.
Erliyati menilai kemajuan teknologi kesehatan juga harus diikuti dengan kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang humanis. Menurutnya, kecanggihan fasilitas tidak akan memiliki arti apabila masyarakat belum mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik.
“Teknologi terus berkembang, fasilitas terus kami tingkatkan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya. Kami ingin setiap pasien yang datang mendapatkan pelayanan dengan penuh kepedulian,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh tenaga kesehatan menjadikan semangat kemerdekaan sebagai dorongan untuk bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab. Pelayanan kepada pasien, lanjutnya, merupakan bentuk pengabdian yang secara langsung dapat dirasakan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi energi bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik. Mari bersama-sama membangun pelayanan kesehatan yang semakin maju dan semakin dekat dengan masyarakat,” tutur Erliyati.
Menurutnya, kemerdekaan pada akhirnya bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kemampuan negara dan seluruh elemen masyarakat menghadirkan kehidupan yang lebih baik. Dalam konteks kesehatan, hal itu diwujudkan melalui akses pelayanan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (*)
Penulis : Rusydiyono









