Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Beruntun, KOHATI HMI Sumenep Desak Pemerintah Bergerak

Redaksi Nolesa

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Beruntun, KOHATI HMI Sumenep Desak Pemerintah Bergerak (Foto: Istimewa)

Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak Beruntun, KOHATI HMI Sumenep Desak Pemerintah Bergerak (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – KOHATI HMI Cabang Sumenep mendesak pemerintah daerah memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan anak.

Desakan KOHATI HMI Sumenep itu menyusul munculnya dua dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dalam sepekan terakhir.

Ketua KOHATI HMI Cabang Sumenep, Musdalifah, menilai kemunculan dua kasus dalam waktu berdekatan menjadi tanda serius bahwa upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak perlu dievaluasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dua dugaan kasus dalam waktu yang berdekatan ini harus menjadi alarm keras. Jangan sampai kita baru bergerak ketika kasus sudah terjadi, sementara upaya pencegahan dan sistem perlindungan belum berjalan maksimal,” kata Musdalifah, Rabu, 2 September 2026.

Baca Juga :  Skor SPI Sumenep Tertinggi di Jatim, Bupati Fauzi Minta Tata Kelola Pemerintahan Terus Ditingkatkan

Menurutnya, penanganan perkara kekerasan seksual tidak cukup hanya dengan memproses hukum terduga pelaku. Korban juga harus memperoleh perlindungan, pendampingan, serta pemulihan secara menyeluruh.

“Korban tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian. Hak atas perlindungan, pendampingan, pemulihan, dan keadilan harus dijamin penuh,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak memberikan stigma atau melakukan penghakiman terhadap korban. Penyebaran identitas dan informasi pribadi korban, kata dia, harus dihindari karena dapat menambah beban psikologis korban.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Susun Roadmap Percepatan Ekonomi, Lima Strategi Jadi Fokus

KOHATI HMI Cabang Sumenep mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait mengevaluasi mekanisme pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Penguatan edukasi kepada masyarakat, akses pengaduan, pendampingan hukum dan psikologis, serta koordinasi lintas instansi dinilai penting dilakukan.

“Kita perlu mengevaluasi secara kritis: apakah mekanisme pencegahan selama ini sudah efektif? Apakah korban mendapatkan akses perlindungan yang layak? Dan apakah masyarakat sudah memiliki ruang yang aman serta terpercaya untuk melapor?” katanya.

Baca Juga :  Satyalancana Karya Satya 2021 Presiden Jokowi, Diantaranya untuk 250 PNS Sumenep

Selain itu, aparat penegak hukum (APH) diminta menangani setiap perkara secara profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan.

Musdalifah menegaskan, persoalan kekerasan seksual terhadap anak tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika kasus mencuat. Menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan secara konsisten untuk mencegah munculnya korban baru.

“Kami menolak isu ini hanya menjadi perbincangan sesaat lalu menguap tanpa ada langkah konkret. Kekerasan seksual adalah ancaman serius yang membutuhkan kerja bersama. Jangan menunggu ada korban berikutnya baru kita sibuk mempertanyakan apa yang salah,” tegasnya. (*)

Penulis : Wail Arrifqi

Berita Terkait

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Inilah Beragam Program Gubernur Jatim Selama Kunker di Sumenep
Berharap Hujan Segera Turun, Warga Masalembu Gelar Sholat Istisqa
Semarak Hari Santri 2026, DRT Gemar Bersholawat Gelar Festival Banjari Berhadiah Jutaan Rupiah
Pemkab Bangkalan Evaluasi Fasilitas Puskesmas Kamal dan Percepat Program PKG
Sambut Hari Santri dan Hari Jadi Sumenep, ASN dan PPPK Gelar Pembacaan Al-Waqi’ah
Persoalan Aturan Jarak Toko Kelontong, KMY Minta Kepastian Hukum dan Perlindungan UMKM
Wabup Sumenep Minta Kepala Sekolah Seimbangkan Kemajuan Teknologi dan Pendidikan Karakter

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Inilah Beragam Program Gubernur Jatim Selama Kunker di Sumenep

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Warga Masalembu Gelar Sholat Istisqa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Semarak Hari Santri 2026, DRT Gemar Bersholawat Gelar Festival Banjari Berhadiah Jutaan Rupiah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pemkab Bangkalan Evaluasi Fasilitas Puskesmas Kamal dan Percepat Program PKG

Berita Terbaru