Bupati Sumenep Keluarkan SE Pencegahan Karhutla

Redaksi Nolesa

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (foto: ist)

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (foto: ist)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep memperketat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kekeringan 2026. Seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor 35 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dalam Kondisi Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sumenep.

Melalui SE tersebut, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo meminta pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk memperkuat pencegahan sekaligus pengendalian Karhutla.

“Kami mengimbau agar upaya pencegahan melibatkan seluruh unsur, mulai dari Pemerintah Daerah, instansi vertikal, dunia usaha, masyarakat, akademisi, media, relawan hingga pemangku kepentingan lainnya,” kata Bupati Fauzi, Selasa, 1 September 2026.

Menurut Bupati Fauzi, pencegahan harus dimulai dari tingkat wilayah paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, camat, lurah, dan kepala desa diminta menggencarkan sosialisasi mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga didorong segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran maupun indikasi terjadinya Karhutla.

“Kami meminta pihak terkait meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah yang dinilai rawan kebakaran demi mencegah Karhutla,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Pastikan Program Bantuan Pemkab Sumenep Tepat Sasaran dan Menyentuh Kebutuhan Warga

Pemkab Sumenep juga menginstruksikan pemetaan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Inventarisasi tersebut perlu disertai pemantauan titik panas dan potensi munculnya titik api secara berkala.

“Setiap kegiatan pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan juga harus segera dihentikan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas,” jelasnya.

Jika kebakaran terjadi, koordinasi lintas unsur harus segera dilakukan agar penanganan dapat berlangsung cepat. Masyarakat maupun pemangku kepentingan dapat menyampaikan laporan melalui Call Center 112, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), atau langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep.

“Personel harus siap siaga, sarana dan prasarana serta peralatan untuk menghadapi Karhutla untuk memastikan penanganan bisa dilakukan secara cepat jika terjadi kebakaran,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Minta Pengurus BWI Sumenep Aktif Bersosialisasi

Bupati Fauzi menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sumenep dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana. Penanganan bencana, kata dia, harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di sisi lain, pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan Karhutla tetap diminta memperhatikan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Seluruh stakeholder dan jajaran terkait memperkuat kerja sama dan koordinasi untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul selama musim kekeringan 2026, sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Kabupaten Sumenep dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya. (*)

Penulis : Rifan Anshory

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sumenep Dorong Madura Night Vaganza Jadi Panggung UMKM Perempuan
Bupati Parigi Moutong Buka MTQ VIII Sidoan, Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter dan Kesiapsiagaan Cuaca
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler
SKK Migas-KEI Raih Penghargaan Bupati Sumenep atas Program Peningkatan Kompetensi Guru
MCF Jadi Panggung Kolaborasi Budaya Madura dan Tapal Kuda
Pemkab Apresiasi Gerakan JMSI Sumenep Tanam 1.500 Pohon Mangrove di Pantai Matahari
Indeks Desa Sumenep Melonjak, 146 Desa Kini Berstatus Mandiri
Novita Hardini Dorong Pacitan Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:43 WIB

Bupati Sumenep Keluarkan SE Pencegahan Karhutla

Selasa, 1 September 2026 - 10:50 WIB

Ketua TP PKK Sumenep Dorong Madura Night Vaganza Jadi Panggung UMKM Perempuan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Bupati Parigi Moutong Buka MTQ VIII Sidoan, Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter dan Kesiapsiagaan Cuaca

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:17 WIB

SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

SKK Migas-KEI Raih Penghargaan Bupati Sumenep atas Program Peningkatan Kompetensi Guru

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo (foto: ist)

Daerah

Bupati Sumenep Keluarkan SE Pencegahan Karhutla

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:43 WIB

SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler (Foto: Istimewa)

Nasional

SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:17 WIB