SUMENEP, NOLESA.COM – Peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang sehat dan dipercaya masyarakat. Menurutnya, akses informasi yang terbuka akan mendorong partisipasi publik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Dalam refleksi HAKIN 2026, Bupati Fauzi meminta Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep untuk terus menjadi pelopor keterbukaan informasi publik di daerah. Ia menilai keberadaan Komisi Informasi memiliki peran strategis dalam mendorong badan publik agar semakin transparan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Komisi Informasi harus menjadi pelopor keterbukaan informasi publik agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bupati Fauzi, Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, keterbukaan informasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya pemerintahan yang terbuka dan melayani. Dengan transparansi yang baik, masyarakat akan lebih mudah mengetahui program, kebijakan, hingga penggunaan anggaran pemerintah daerah.
Bupati Fauzi menambahkan, keterbukaan informasi juga menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan profesional. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, baik melalui media digital maupun pelayanan langsung kepada masyarakat.
Ia berharap, semakin luasnya akses keterbukaan informasi dapat membawa Kabupaten Sumenep meraih predikat sebagai daerah informatif di tingkat regional maupun nasional.
“Dengan keterbukaan yang semakin luas, kami berharap Kabupaten Sumenep mampu meraih predikat daerah informatif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” katanya.
Selain itu, Bupati Fauzi menilai keterbukaan informasi publik dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang memperoleh informasi secara jelas dan terbuka akan lebih mudah memahami kebijakan pemerintah serta turut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Momentum HAKIN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh badan publik untuk terus memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pelayanan informasi, serta membangun tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (*)
Penulis : Rusydiyono









