Hadiri Doa untuk Bung Karno, Kepala Bappeda Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Redaksi Nolesa

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadiri Doa untuk Bung Karno, Kepala Bappeda Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Semangat Persatuan dan Gotong Royong

Hadiri Doa untuk Bung Karno, Kepala Bappeda Sumenep Ajak Generasi Muda Rawat Semangat Persatuan dan Gotong Royong

SUMENEP, NOLESA.COM –Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, ASEAN Eng., menghadiri kegiatan Doa untuk Bung Karno yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa malam, 2 Juni 2026.

Kegiatan Doa untuk Bung Karno yang dilaksanakan DPD KNPI Sumenep ini dihadiri Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, Forkopimda, Pimpinan OPD, dan delegasi organisasi kepemudaan.

Dalam kesempatan ini Kaban Arif Firmanto menilai Bulan Bung Karno tidak semestinya dimaknai sebagai kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk memahami kembali gagasan-gagasan besar Bung Karno yang hingga kini masih relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peringatan Bulan Bung Karno harus menjadi ruang pembelajaran bersama. Kita tidak hanya mengenang sosok Bung Karno sebagai proklamator, tetapi juga memahami gagasan, semangat persatuan, dan kecintaannya terhadap bangsa yang patut diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Kaban Arif di sela-sela kegiatan.

Baca Juga :  Wabup Sumenep Dorong ASN Jalankan Program Kerja Berorientasi Hasil

Arif menjelaskan, salah satu warisan terbesar Bung Karno adalah kemampuan menyatukan keberagaman Indonesia dalam satu identitas kebangsaan. Di tengah perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya, Bung Karno mampu menanamkan semangat persatuan yang menjadi fondasi kuat berdirinya Republik Indonesia.

Menurutnya, nilai persatuan tersebut harus terus dijaga dan diperkuat, terutama di tengah perkembangan zaman yang menghadirkan berbagai tantangan sosial, politik, dan budaya. Generasi muda perlu memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu yang mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi tegaknya bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Semangat “Ngopene Soengennep”, Pemdes Romben Guna Siap Wujudkan Pelayanan dan Kesejahteraan Lebih Baik

“Bangsa ini berdiri karena kerja keras dan pengorbanan para pendahulu. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga warisan tersebut dengan memperkuat persaudaraan, mengedepankan gotong royong, dan berkontribusi positif bagi pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, Arif menekankan bahwa bentuk perjuangan pada masa kini tentu berbeda dengan era kemerdekaan. Jika dahulu para pahlawan berjuang di medan perang, generasi sekarang memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui berbagai karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jika dahulu para pejuang mempertahankan kemerdekaan dengan tenaga dan pengorbanan jiwa, maka generasi saat ini harus mengisinya melalui karya, prestasi, serta kepedulian terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari generasi muda, akademisi, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha untuk bersama-sama membangun daerah yang maju dan berdaya saing.

Baca Juga :  Kukuhkan Pengurus Dekopinda Baru, Bupati Fauzi Dorong Transformasi Digital

Menurut Arif, semangat gotong royong yang selalu digaungkan Bung Karno harus terus dihidupkan dalam berbagai sektor kehidupan. Kolaborasi dan kepedulian sosial menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

“Merawat Indonesia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai kebangsaan tetap tumbuh dan menjadi kekuatan dalam mewujudkan daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Melalui refleksi Bulan Bung Karno, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keutuhan bangsa dan mempercepat kemajuan daerah. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik
Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep
Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027
JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional
UKM PSHT UTM Raih Piala Rektor dan Juara Umum 3 di Ajang Trunojoyo Cup IV
Pemkab Bangkalan Genjot Imunisasi dan Tekan Stunting Lewat Lomba Video Inovasi
Tak Perlu ke Luar Kota, Arinna Hidayah Salon & SPA Resmi Hadir di Sumenep
KKN Kolaborasi UIN Saizu Gandeng Karang Taruna Siapkan Lomba Agustusan di Desa Bejiruyung

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB

IKA UNIJA Madura Kaji Wacana Kabupaten Kepulauan Sumenep Lewat Forum Akademik

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:13 WIB

Kapolresta Ariek Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Kantor PWRI Sumenep

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:46 WIB

Pemkab Bangkalan Percepat Sekolah Rakyat, Ditargetkan Siap Tahun Ajaran 2027

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:37 WIB

JMSI Sumenep Dorong Kemitraan dengan Polresta Lebih Terbuka dan Profesional

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:27 WIB

UKM PSHT UTM Raih Piala Rektor dan Juara Umum 3 di Ajang Trunojoyo Cup IV

Berita Terbaru