Filosofi Bonsai dalam Kehidupan Manusia

Redaksi Nolesa

Kamis, 9 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adi Purnomo melihat salah satu bonsai yang selama dirawat (Foto: dokumen pribadi)

Adi Purnomo melihat salah satu bonsai yang selama dirawat (Foto: dokumen pribadi)

Oleh: Adi Purnomo

(Pemuda Pecinta dan Penjual Bonsai Asal Batang-Batang Sumenep)

Bonsai bukan sekedar pohon kerdil. Bukan sekedar menyalurkan hobi. Bukan pula hanya sebatas mengejar nilai ekonomi. Lebih dari iti semua, bonsai memiliki nilai filosofi tinggi yang bisa dijadikan inspirasi hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bonsai yang dasar-akarnya kuat maka bonsai tersebut akan jadi pohon yang kokoh dan menjadi barang yang bernilai investasi tinggi. Manusia pun juga begitu, manusia dengan dasar agamanya yang kuat dan dasar-dasar ilmu lainnya juga kuat maka tak akan mudah oleng serta takkan mudah terombang-ambing oleh kehidupan yang kadang tak menentu.

Bonsai dengan keseimbangan, akar, batang, cabang, ranting, anak ranting maka bonsai itu akan jadi bonsai yang super istimwa. Tentunya jika dirupiahkan maka akan bernilai dengan nilai rupiah yang fantastis. Sama halnya dengan manusia yang mempunyai keseimbangan ilmu agama dengan ilmu umum, kesemibangan kehidupan dunia dengan akhirat, keseimbangan bekerja dengan ibadah serta keseimbangan-keseimbangan lainnya. Maka, manusia tersebut dalam menjalani hidup akan selalu bahagia, nikmat. Yakin tak kita dapatkan yang bersangkutan akan mersa susah.

Bonsai yang berkarakter khusus pasti jadi bonsai istimewa. Sama halnya dengan manusia yang mempunyai karakter khusus pastilah dia akan mahal dan istimewa. Karena kekhasan manusia terletak pada karakter yang dimilikinya. Jika karakter yang di tanamkan sejak kecil pada kita dan anak-anak kita baik maka, karakter itu akan membekas sampai kelak nanti, saat sudah usia dewasa-tua.

Baca Juga :  Agar Cepat Diterima Warga, Pj Kades Kramian Menggotong Sendiri Bantuan Krisis Pangan

Dari itu, tanamkanlah sejak kecil karakter-karakter yang positif pada anak-anak kita. Bagi yang sudah terlanjur dewasa atau lanjut usia maka kita bisa terus berusaha merubah dan memperbaiki diri, karakter-karakter yang kurang baik atau tidak baik terus kita perbaiki. Semoga kita termasuk manusia-manusia yang berkarakter baik, yang berkarakter istimewa

Dalam konteks lain, jika filosofi bonsai dikaitkan dengan politik. Seni tekukan itu indah dan bisa mahal harganya. Karena dengan tekukan itulah bonsai bisa tambah indah. Dan keindahan itulah yang tak ternilai harganya. Sama halnya jika dikaitkan dengan dunia politik. Jika lurus itu bukan politik namanya tapi jika ada tekukan dan liukan yang indah, sulit dibaca tujuan, target serta gerakannya maka politik seperti itu adalah politik tingkat tinggi. Semoga kita sehat dan bahagia selalu.

Dalam dunia perbonsaian. Jika bonsai kurang penyiraman, kurang pemupukan, kurang perawatan dengan semprot hama dllnya maka lambat laun, pelan-pelan tapi pasti maka bonsai tersebut akan layu, kemudian mati. Sama halnya dengan kehidupan manusia. Jika manusia kurang gizi, baik gizi dhahiria atau batiniah maka yang bersangkutan akan kurang sehat. Dzahirnya tidak dijaga dengan baik, dengan keterpenuhan makan, keterpenuhan gizi dan batinnya tidak dipupuk dengan nilai-nilai agama dan spiritual maka, orang yang bersangkutan tidak akan tumbuh dengan baik dan akan mudah oleng. Maka jagalah gizi bonsaimu dan rawatlah dengan baik. Samal halnya dengan kita menjaga, merawat, mendidik diri dan anak-anak kita dengan baik.

Baca Juga :  Dicintai Karena Gemar Memberi

Jika didik dengan baik maka akan jadi barang atau manusia mahal nilai jualnya, dan akan besar manfaatnya untuk keberlanjutan bangsa, negara, agama dan masyarakat. Semoga kita termasuk orang-orang yang bermanfaat untuk kemaslahatan ummat, bangsa, negara dan agama.

Bonsai bisa jadi media perekat bangsa, warga dan masyarakat. Dalam dunia perbonsaian ada pameran rutin yang diksanakan, atau yang bisa kita kenal dengan kontes. Dalam momentum inilah terjadi perjumpaan dan pertemuan antara anak-anak bangsa dari nusantara, dari berbagai penjuru daerah. Terjadinya kerekatan, keakraban dan kedekatan diantara mereka.

Dari kontes atau silaturrahim rutin inilah akan terbangun kerekatan, keakraban dan kedekatan bagi para penghobi bonsai. Artinya dunia hobi bonsai bisa jadi media silaturrahim yang mengakar.

Dalam dunia bonsai juga dikenal dengan investasi yang bernilai ekonomi, bahkan bisa bernilai ekonomi tinggi. Tidak jarang kita jumpai dan kita temukan bonsai yang sudah juara dan menang kontes terjual dengan nilai puluhan, ratusan juta dan bahkan milyaran. Dengan begitu hobi bonsai bisa bernilai ekonomi, dan bahkan Ada banyak para benghoby bonsai menjadikan bonsai sebagai sumber penghidupan. Salam satu hobi.

Baca Juga :  Pertemuan Dua "Penulis PMII"

Terakhir, yang tak kalah menarik. di samping bonsai bernilai ekonomi, bernilai silaturrahim. Bonsai itu juga bernilai seni tingkat tinggi, seni itu indah. Dan yang indah-indah itu mahal harganya. Maka tidak salah kalau para pembonsai selalu bahagia, selalu awet muda, Karena jiwa seninya tinggi. Yang bersangkutan akan selalu bahagia, senang di rumah dan juga tidak akan neko-neko.

Mengapa, jawabannya jelas karena kebahagian sudah dia temukan, sudah didapatkan. Disamping bahagia bersama keluarga, ada hobi lain yang dia geluti. Maka berbonsailah jika kita ingin selalu bahagia, bisa betah di rumah dan jika ingin awet muda, Tapi yang jelas tidak dihalalkan membonsai manusia karena itu tidak baik bagi kesehatan. Salam satu hobi. Jayalah anak-anak bangsa, jalayalah Indonesia da jayalah perbonsaian kita.

Yang paling penting, bonsai bukan dikerdilkan, tetapi dijaga keseimbangan serta keindahannya agar memiliki nilai kualitas lebih dari sekedar pohon menjulang tetapi tak bernilai apa-apa.

Semoga kita termasuk dalam golongan manusia yang bisa menjaga keseimbangan diri dan keseimbangan hidup.

Berita Terkait

Mau Tampil dengan Public Speaking Keren? Ikuti 5 Langkah Sederhana ini
5 Manfaat Daun Putri Malu untuk Kesehatan Tubuh
Makna dan Tujuan Jamasan Keris
Apa Perbedaan Generasi Milenial, Gen Z, dan Generasi Alfa?
Kiat Sukses KKN, Nomor 3 Kunci Utama
Abiem Restu Pratama, Prinsipnya Mandiri dan Kerja Keras
Berjuang Tanpa Sosok Ayah Sedari Sekolah, Aliya Pun Wisuda
Haru! Wisuda Akpol setelah Kematian Sang Ibu

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 03:25 WIB

Mau Tampil dengan Public Speaking Keren? Ikuti 5 Langkah Sederhana ini

Selasa, 16 Juli 2024 - 02:57 WIB

5 Manfaat Daun Putri Malu untuk Kesehatan Tubuh

Selasa, 16 Juli 2024 - 00:57 WIB

Makna dan Tujuan Jamasan Keris

Senin, 15 Juli 2024 - 07:00 WIB

Apa Perbedaan Generasi Milenial, Gen Z, dan Generasi Alfa?

Jumat, 5 Juli 2024 - 00:25 WIB

Kiat Sukses KKN, Nomor 3 Kunci Utama

Kamis, 4 Juli 2024 - 10:01 WIB

Abiem Restu Pratama, Prinsipnya Mandiri dan Kerja Keras

Senin, 1 Juli 2024 - 10:28 WIB

Berjuang Tanpa Sosok Ayah Sedari Sekolah, Aliya Pun Wisuda

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:39 WIB

Haru! Wisuda Akpol setelah Kematian Sang Ibu

Berita Terbaru