Di Jateng ada Satu Kabupaten Bisa Berangkatkan Haji Gratis, Ini Syaratnya

Redaksi Nolesa

Kamis, 23 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blora, NOLESA.com — Sudah tidak asing lagi setiap jelang pemberangkatan jemaah haji ke tanah suci Mekah biasanya masyarakat mendatangi rumah orang yang akan menunaikan ibadah haji. Selain bersilaturrahim kedatangan mereka untuk mengucapkan selamat jalan dan mendoakannya.

Dilansir nolesa.com dari laman Infopiblik.id, di Kabupaten Blora Jawa Tengah kunjungan ke rumah calon jemaah haji diimbau supaya dibatasi H-10 menjelang pemberangkatan ke Tanah Suci Mekkah.

Hal itu sebagai upaya preventif agar calon jemaah haji ketika akan menunaikan ibadah haji dalam keadaan sehat dan bugar tidak terindikasi penyakit, khususnya virus corona.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sesuai dengan rencana pemberangkatan calon jemaah haji di kabupaten setempat sebanyak 288 orang akan dilaksanakan 30 Juni 2022.

Mereka ikut dalam dua kloter, yaitu kloter 40 sebanyak 216 calon jemaah haji dan kloter 41 sebanyak 72 orang.

Mantan Sekda Blora yang juga Ketua PWRI Blora, Bambang Sulistya mengungkapkan, berkenaan hal tersebut, sebagai upaya untuk menyegarkan kembali rasa persaudaraan haji dan membangkitkan semangat bersilaturahmi saat menjelang musim haji, maka dialihkan untuk melakukan silaturahmi kebeberapa teman haji yang memiliki predikat Haji Keikhlasan

“Perlu diketahui haji keikhlasan itu hanya sebutan nama yang mengingatkan bahwa orang-orang yang telah berangkat haji dibeayai/didanai dari dana keikhlasan para pegawai Setda Kabupaten Blora,” terangnya, Kamis, 23 Juni 2022.

Serta dana dari hamba Allah yang peduli untuk memberangkatkan calon jemaah haji wong cilik ke tanah suci secara gratis. Pengumpulan dana dilakukan setiap awal bulan dalam kegiatan apel pagi.

Baca Juga :  Kumpulkan Kiai Berdoa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

Sebelum mengikuti apel seluruh karyawan diberikan amplop yang masih kosong dan selesai apel semua peserta apel memasukan amplop yang telah diisi uang secara Ikhlas ke Kotak Amal Akherat Setda (KAAS).

Tentu dengan motivasi siapapun yang telah memasukan amplop ke KAAS nantinya diharapkan masuk surga.

“Pelaksanakan kegiatan untuk mewujudkan Haji Keikhlasan itu berlangsung dari tahun 2008 sampai dengan 2012 dan telah dapat memberangkatkan calon Haji Keikhlasan sebanyak 13 orang,” jelasnya.

Kegiatan yang bersifat kelangitan oleh para pegawai Setda baik dari para petugas honorer, para ASN, staf maupun pejabat akhirnya mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang dipimpin oleh Jaya Suprana, Bos Jamu Jago.

Adapun yang berhak berangkat menjadi calon Haji Keikhlasan adalah karyawan Setda Blora yang beragama Islam rajin memakmurkan masjid dan dari para honorer serta para ASN golongan satu.

“Yaitu para petugas kebersihan, penjaga kantor dan sopir Setda Blora,” ujarnya.

Semangat untuk mewujudkan Haji Keikhlasan diilhami oleh sebuah ungkapan syarat paling utama untuk naik haji adalah atas ijin dari Allah SWR, dengan ijinNya orang yang tidak mampu bisa dimampukan dengan berbagai cara.

“Ada yang menabung, ada mendapat bantuan dari para dermawan dan ada yang mendapat dukungan dana dari Pemerintah,” tuturnya.

Sehingga di masyarakat ada berbagai istilah atau anekdot tentang nama haji sekedar untuk membuat senyum dan menghibur diri.

Seperti Haji Abidin (Anggaran biaya dinas),Haji Sokeh(Sokongan wong akeh), Haji Abu Bakar(Atas budi baik saudagar), Haji Gamal (Gantian orang meninggal), Haji Dadang (dananya dari utang) dan Haji Najuwar( Dananya jual warisan).

Baca Juga :  Keutamaan Menambah Uang Belanja Istri pada 10 Muharram

“Berdasarkan hasil silaturahmi kepada beberapa haji keiklhasan di Kabupaten Blora saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan saat ini,” jelasnya.

Karena dari berbagai ungkapan yang disampaikan ada berbagai perubahan sikap mental positif setelah mereka naik haji yang dapat dirumuskan kedalam sebuah Akronim SPDI, bukan kepanjangan dari Sarjana Pendidikan Islam.

“Namun maknanya sebagai berikut, S-Syukur menjadi kebiasaan hidup yang saat ini selalu dilakukan oleh para haji keikhlasan dalam menikmati dan menghadapi realita kehidupan yang semakin sulit,” kata Bambang Sulistya.

Mengapa saat ini mereka terus belajar bersyukur karena ternyata dalam hidup itu misteri, manusia hanya punya wilayah berikhtiar dan hasilnya adalah Allah yang menentukan.

“Dulu sebagai wong cilik tak terbayangkan kalau bisa naik haji secara gratis. Atas dasar pengalaman hidup itulah sekarang hidup tidak lagi kemrungsung,grusa grusu dan bingung tapi makin tenang dan pasrah kepada Allah,” tambahnya.

Paling penting hidup prasojo ora neko-neko (hidup sederhana tidak aneh aneh) pasti bakal mulya. “Karena hidup itu sudah ada yang mengatur yaitu Allah Yang Maha bijaksana,” ucapnya.

P-Pengendalian diri dalam kehidupan sehari hari makin teruji dan terkendali serta menjadi semangat untuk menggapai kehidupan yang lebih baik, terarah dan makin sejahtera.

Karena hidup penuh amarah akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai predikat penyadang haji ternyata juga makin hati hati baik dalam bersikap, berucap dan bertindak.

Stop untuk menyebarkan berita hoaks, apalagi berita yang mengandung unsur fitnah dan ujaran kebencian dan intoleransi.

Baca Juga :  Pertemuan Dua "Penulis PMII"

Dalam memberikan pelayanan kepada siapapun samakin santun dan penuh dengan perhatian.

Huruf D-Disiplin dalam melaksanakan tugas dan disiplin dalam beribadah menjadi motto dalam kehidupan saat ini.

“Hindari sikap yang selalu ingkar janji dan melanggar komitmen. Bahkan saat ini mereka makin memiliki kepekaan yang tinggi kepada saudara saudara kita yang belum beruntung,” ungkapnya.

Karena selalu diingatkan oleh sebuah petuah, sopo sing seneng nulung bakal ditulung (Siapa yang suka menolong pasti akan ditolong).

Berikutnya, huruf terakhir I-Iman mereka makin meningkat dan mantab, salat lima waktu tidak pernah bolong tepat waktu dan berjamaah bahkan saat ini makin rajin salat sunah tahajud dan dhuha. Demikian pula juga melakasanakan puasa Senin-Kamis.

Semangat dalam hidup mereka saat ini dimana saja dan kapan saja segala tindakannya selalu dimaknahi sebagai niat untuk beribadah.

Melaksanakan perintahNya dan menjauhi LaranganNya.Demikian buah dari silaturahmi kepada para Haji Keikhlasan semoga mampu memberi spirit dan teladan kepada kita semua.

Untuk diketahui, menjadi sebuah catatan bersejarah berkenaan dengan musim haji tahun 2022.

Karena sudah dua kali penyelenggaraan haji tahun 2020 dan 2021 mengalami kefakuman gara-gara adanya pandemi Covid-19.

Sebagai umat Islam kita mestinya patut bersyukur sebab tahun 2022 Pemerintah Indonesia kembali bisa memberangkatkan lagi calon jemaag haji ke Tanah suci.

Bahkan ada kabar terbaru dari Arab Saudi akan beri tambahan kouta haji 2022 sebanyak 10 ribu untuk Indonesia.

Disamping itu ada kabar gembira puncak haji 2022 diprediksi hari Jumat dan merupakan Haji Akbar.(*)


Editor : Ahmad Farisi

Sumber : Infopublik.id

Berita Terkait

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini
Tips Sederhana Supaya Tampil Cantik di Depan Pasangan, Cukup Lakukan 5 Hal ini
Kurang Percaya Diri? Ini Dia Cara Mudah Tampil Cantik dan Elegan
Filosofi Bonsai dalam Kehidupan Manusia
Hardiknas : Merayakan Perjuangan dan Prestasi Pendidikan Indonesia
Hari Buruh Internasional, Ini Sejarahnya!
Srikandi DPRD Sumenep Bicara Hari Kartini, Berharap Lebih dari Sekedar Peringatan
Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Tangguh

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 06:00 WIB

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini

Rabu, 15 Mei 2024 - 00:31 WIB

Tips Sederhana Supaya Tampil Cantik di Depan Pasangan, Cukup Lakukan 5 Hal ini

Jumat, 10 Mei 2024 - 01:28 WIB

Kurang Percaya Diri? Ini Dia Cara Mudah Tampil Cantik dan Elegan

Kamis, 9 Mei 2024 - 09:00 WIB

Filosofi Bonsai dalam Kehidupan Manusia

Kamis, 2 Mei 2024 - 07:30 WIB

Hardiknas : Merayakan Perjuangan dan Prestasi Pendidikan Indonesia

Rabu, 1 Mei 2024 - 14:47 WIB

Hari Buruh Internasional, Ini Sejarahnya!

Minggu, 21 April 2024 - 09:30 WIB

Srikandi DPRD Sumenep Bicara Hari Kartini, Berharap Lebih dari Sekedar Peringatan

Sabtu, 20 April 2024 - 15:09 WIB

Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Tangguh

Berita Terbaru

Inspirasi

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini

Senin, 20 Mei 2024 - 06:00 WIB

Shinta Faradina Shelmi (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Mengutamakan Implementasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:00 WIB

Khoirus Safi' (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB