SUMENEP, NOLESA.COM – Upaya meningkatkan kesadaran mengenai penyakit tidak menular (PTM) terus dilakukan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan skrining PTM prioritas yang menyasar lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut salah satunya digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep pada pertengahan Agustus lalu mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Sekitar 80 peserta yang terdiri atas guru dan siswa mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah mengatakan, sekolah menjadi salah satu lingkungan yang penting untuk menanamkan pemahaman mengenai kesehatan, termasuk kesadaran melakukan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pemeriksaan sejak awal dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan seseorang sekaligus menemukan faktor risiko yang perlu mendapat perhatian.
“Skrining ini penting untuk mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, upaya pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan lebih baik,” kata Ellya.
Ia menjelaskan, penanganan PTM tidak seharusnya baru dilakukan setelah seseorang mengalami gangguan kesehatan. Langkah pencegahan dan pengendalian perlu dibangun sejak dini, salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dalam kegiatan tersebut, guru dan siswa memperoleh materi mengenai PTM prioritas. Sosialisasi diarahkan untuk membangun pemahaman peserta mengenai pola menjaga kesehatan serta pentingnya memantau kondisi tubuh secara rutin.
Setelah mendapatkan edukasi, peserta juga menjalani skrining PTM. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mengidentifikasi lebih awal apabila terdapat faktor risiko atau indikasi masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit tidak menular.
Ellya menilai, edukasi kesehatan yang dilakukan di sekolah memiliki jangkauan strategis karena dapat membangun kebiasaan menjaga kesehatan sejak usia dini.
“Melalui kegiatan di sekolah, kami berharap pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian PTM dapat dipahami sejak dini, baik oleh siswa maupun guru, sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan bisa dibangun sejak sekarang,” ujar Ellya.
Menurutnya, skrining tidak semata-mata dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta pada saat pemeriksaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya mencegah penyakit sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Dinkes P2KB Sumenep berharap kegiatan serupa dapat terus mendukung peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengenali faktor risiko PTM lebih awal.
Deteksi yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat membantu mengendalikan risiko penyakit, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan maupun memperoleh penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan yang ditemukan.
Sosialisasi dan skrining PTM prioritas di MAN Sumenep menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif Dinkes P2KB Sumenep untuk mendorong masyarakat, termasuk warga sekolah, agar semakin aktif menjaga dan memantau kesehatan. (*)
Penulis : Rifan Anshory






