Bupati Sumenep Sebut Santri Punya Peran Penting dalam Politik dan Pemerintahan

Redaksi Nolesa

Kamis, 22 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Fauzi saat diwawancarai awak media usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Bupati Fauzi saat diwawancarai awak media usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

SUMENEP, NOLESA.COM – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menilai kalangan santri memiliki kontribusi besar dalam dunia politik dan penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat ditemui usai mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis, 22 Oktober 2026.

Bupati Fauzi menegaskan, pendidikan yang ditempuh di pondok pesantren bukanlah hambatan bagi seseorang untuk berkiprah di dunia politik. Menurutnya, banyak tokoh politik yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan kini menduduki posisi strategis.

Ia mengajak kalangan media untuk melihat keterwakilan santri di lembaga legislatif, khususnya DPRD, sebagai salah satu bukti keterlibatan mereka dalam politik.

“Santri tidak perlu diragukan. Kalau kita melihat anggota DPRD, banyak di antara mereka yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren,” ungkap Bupati Fauzi.

Baca Juga :  Jalan-Jalan Sehat Kemerdekaan Pemdes Totosan Disambut Antusiasme Warga

Di Kabupaten Sumenep, ia mencontohkan Ketua DPRD H. Zainal Arifin yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Selain itu, Bupati Fauzi juga menyebut Dul Siam dan M. Syukri sebagai politikus yang berasal dari kalangan santri.

Ia menambahkan, sebagian besar unsur pimpinan DPRD Sumenep juga memiliki latar belakang pesantren. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa santri turut mengambil bagian dalam proses politik dan pengambilan keputusan di daerah.

“Jadi, tidak perlu mempertanyakan kiprah santri dalam perpolitikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketika Bupati Achmad Fauzi dan Ibnu Hajar “Membaca Bung Karno”

Peran santri, lanjut Bupati Fauzi, tidak hanya terlihat di lembaga legislatif, tetapi juga dalam pemerintahan daerah. Ia mencontohkan Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, yang dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren sekaligus menjalankan tugas di lingkungan eksekutif.

Bupati Fauzi menilai keterlibatan tokoh berlatar belakang pesantren dalam pemerintahan menjadi gambaran bahwa pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan pengabdian di ranah publik.

“Apalagi wakil saya, KH. Imam Hasyim, sudah positif,” ujarnya. (yon/ra)

Berita Terkait

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren
Bupati Fauzi Pastikan Sembilan Nelayan Sumenep Dipulangkan ke Pulau Ra’as
Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Bupati Bangkalan Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas
HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Santri Jadi Wirausaha Muda dan Penggerak Ekonomi Daerah
Ilkom UNPAM Perkuat Komunikasi Digital Bank Sampah Sentosa
Dalam Rangka Harjad ke-757 dan HSN, Bupati Sumenep Keluarkan SE Pembacaan Surat Al-Waqi’ah
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Bupati Sumenep Sebut Santri Punya Peran Penting dalam Politik dan Pemerintahan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fauzi Pastikan Sembilan Nelayan Sumenep Dipulangkan ke Pulau Ra’as

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Bupati Bangkalan Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:59 WIB

HSN 2026, Bupati Sumenep Dorong Santri Jadi Wirausaha Muda dan Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB