SUMENEP, NOLESA.COM – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memfasilitasi kepulangan sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Ra’as, yang dipulangkan dari Australia.
Fasilitasi tersebut disiapkan mulai dari Bali hingga para nelayan tiba di kampung halaman mereka di Pulau Ra’as.
“Kami pasti akan memfasilitasi pemulangan sembilan nelayan ini dari Bali sampai ke Ra’as,” kata Bupati Fauzi, Kamis, 22 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk merealisasikan langkah tersebut, Bupati Fauzi menginstruksikan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep agar membantu proses penjemputan dan perjalanan para nelayan.
“Kami sudah perintahkan Dinsos dan BAZNAS untuk menjemput para nelayan dan memfasilitasi kepulangan mereka sampai ke Ra’as,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Pemkab Sumenep, tujuh dari sembilan nelayan tersebut telah diberangkatkan dari Australia menuju Bali. Sementara itu, dua nelayan lainnya dijadwalkan menyusul pada Sabtu.
Setelah seluruh nelayan tiba di Bali, perjalanan akan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Selanjutnya, mereka direncanakan menyeberang menggunakan kapal laut menuju Pulau Ra’as.
Fasilitasi tersebut dilakukan untuk membantu kelancaran perjalanan para nelayan hingga kembali ke daerah asal dan berkumpul bersama keluarga.
Sebelumnya, sembilan nelayan asal Desa Tonduk itu diamankan otoritas Australia setelah diduga memasuki wilayah perairan negara tersebut saat mencari hasil laut, terutama teripang. Mereka berangkat menggunakan kapal motor KM Rukun Desa.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Pemkab Sumenep karena menyangkut warga daerah yang menghadapi proses penanganan di luar negeri. Koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri, juga dilakukan dalam upaya menindaklanjuti kasus tersebut.
Melalui fasilitasi kepulangan ini, Pemkab Sumenep berharap seluruh nelayan dapat kembali dengan aman ke kampung halaman. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai batas wilayah perairan dan aturan yang berlaku saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Langkah tersebut penting agar nelayan dapat menjalankan mata pencaharian dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum, khususnya ketika beraktivitas di wilayah perairan yang berbatasan dengan negara lain. (yon/ra)






