SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Festival Bazar Takjil Ramadan 1447 H/2026. Kegiatan ini sebagai upaya strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat utamanya pelaku UMKM lokal di Bulan Suci Ramadan.
Festival Bazar Takjil Ramadan 1447 H/2026 ini dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, Jumat, 20 Februari 2026.
Kegiatan peningkatan ekonomi kerakyatan di Bulan Suci Ramadan ini dipusatkan di sepanjang jalan depan Labang Mesem Keraton Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyelenggarakan festival bazar takjil bukan sekadar agenda tahunan bernuansa religi, melainkan wadah pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang kuliner lokal yang menggantungkan sebagian pendapatannya pada momentum Ramadan,” ujar Bupati Fauzi.
Bupati Fauzi memandang selama Ramadan harus mampu memberikan manfaat secara optimal, untuk perputaran ekomoni guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui ruang ekonomi kreatif yang inklusif dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal agar berkembang di festival bazar takjil ini.
“Festival bazar takjil bukti bahwa pemerintah hadir untuk mendorong ekonomi kerakyatan, karena pemerintah daerah ingin UMKM terus tumbuh, naik kelas, dan memiliki daya saing,” kata suami Hj. Nia Kurnia itu.
Bupati Fauzi juga berpesan agar para pedagang hendaknya menjaga kualitas, kebersihan, serta keamanan pangan dan barang dagangannya, karena kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
“Pedagang menu berbuka puasa jangan sampai ada praktik yang merugikan konsumen, dengan menjaga kualitas, kebersihan, dan mengutamakan pelayanan yang baik, termasuk harga tetap wajar yang tidak memberatkan pembeli,” pesannya.
Pelaksanaan Festival Bazar Takjil Ramadan diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Radar Madura Jawa Pos Biro Sumenep, diikuti 143 stand dan 40 UMKM berjualan tanpa stand, dengan beragam menu khas berbuka puasa, mulai dari aneka jajanan tradisional, minuman segar, hingga kuliner kekinian yang menjadi daya tarik masyarakat setiap menjelang waktu berbuka.
“Festival ini sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat berbagi, serta memperkuat komitmen dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera,” tandasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono










