Berkah Si Batik Merah

Redaksi Nolesa

Senin, 2 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com – Salah satu langkah nyata Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Haji Achmad Fauzi Wongsojudo untuk memulihkan perekonomian pasca Covid-19 adalah memberdayakan pengrajin batik tulis lokal di Desa Pakangdangan Barat, Bluto.

Pemberdayaan Bupati Haji Achmad Fauzi Wongsojudo bagi pengrajin batik itu berupa kebijakan yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai batik sebagai seragam dinas. Khususnya pada hari Kamis dan Jumat.

Tidak hanya itu, batik yang dijadikan seragam pada hari Kamis dan Jumat itu adalah batik tulis lokal yang diproduksi oleh pengrajin di kampung batik, tepatnya di Desa Pakangdangan Barat Kecamatan Bluto.

Salah seorang pengrajin batik tulis lokal di Desa Pakangdangan Barat, Bluto sedang membilas
kain batik sebelum dilakukan pewarnaan (Foto : nolesa.com)

“Kebijakan ini dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi yang berbasis pada potensi lokal,” kata Bupati Fauzi saat pertamakali mengeluarkan kebijakan ASN wajib berseragam batik tulis lokal.

Ikhtiar Bupati Fauzi itu benar-benar membuahkan hasil, para pengrajin batik tulis di desa itu bisa berdaya. Mereka bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi. Usaha batik yang digeluti kembali menemukan pasar.

Baca Juga :  DPRD Sumenep Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Aset Pemerintah Daerah

Seperti yang diakui Fatin, putri salah satu pengrajin batik tulis di desa itu, kuliahnya bisa tuntas berkat pemberdayaan Bupati Fauzi kepada pengrajin batik tulis, termasuk kedua orang tuanya.

Usaha batik yang digeluti kedua orang tuanya kembali hidup setelah sekian lama redup. Sehingga hasil penjualannya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk biaya kuliah.

“Alhamdulillah saya sudah wisuda di IDIA Prenduan,” katanya saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Optimalkan DBHCHT untuk Pembangunan Irigasi Air Tanah untuk Tembakau

Hal senada juga diungkapkan oleh Wahdi yang juga pengrajin batik tulis di desa tersebut. Selama ini Wahdi membutuhkan banyak uang untuk biaya Nasiye, istrinya yang sakit-sakitan.

Setelah adanya kebijakan Bupati Fauzi yang mewajibkan ASN mengenakan seragam batik tulis bikinan warga Pakandangan Barat itu, usaha Wahdi kembali normal. Batik yang diproduksi kini laris terjual.

“Salah satu manfaat yang sangat terasa itu, biaya pengobatan istri bisa terbantu, Alhamdulillah,” ucapnya dengan wajah sumringah.


Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan
Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa
Pemkab Bangkalan Perkuat Pendapatan Daerah dan Validasi DTSEN
PDIP Jatim Dorong Tambahan Modal Jamkrida untuk UMKM
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
Polresta Sumenep Gelar Anev Kamtibmas, Evaluasi Kinerja dan Situasi Keamanan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:38 WIB

Bupati Ipuk Perkuat Pendidikan Spiritual Lewat Insentif Guru Rohani

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Rabu, 9 September 2026 - 00:01 WIB

Dandim Sumenep Pastikan Pembangunan Jembatan Belimbing Lanjuk Berjalan Sesuai Tahapan

Selasa, 8 September 2026 - 00:06 WIB

Kemenag Sumenep Perkuat Peran Pengawas PAI untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran dan Karakter Siswa

Senin, 7 September 2026 - 23:27 WIB

PDIP Jatim Dorong Tambahan Modal Jamkrida untuk UMKM

Berita Terbaru