Benteng Van den Bosch Dibangun Tahun 1840, Penampakannya Kini Bikin Takjub

Redaksi Nolesa

Kamis, 28 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ngawi, NOLESA.com — Indonesia tidak hanya kaya dengan bahasa dan budaya khas daerah. Tetapi juga banyak menyimpan situs-situs sejarah di berbagai belahan Nusantara.

Salah satunya situs bangunan Kawasan Pusaka Benteng Van den Bosch atau yang biasa disebut Benteng Pendem.

Kawasan Pusaka Van den Bosch atau Benteng Pendem ini terletak di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sering dengan berjalannya waktu Benteng Pendem itu terus dipermak dan bahkan kini berani tampil beda dari deretan bangunan cagar budaya lainnya.

Walaupun sampai saat ini, rehabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum sepenuhnya selesai, tetapi bangunan cagar budaya tersebut sudah terlihat lebih elok ketimbang sebelumnya.

Terlebih, bangunan warna putih mendominasi tembok bangunan Kawasan Pusaka Benteng Van den Bosch itu. Sempurnalah segala keindahannya.

Baca Juga :  Inilah Sederet Destinasi Wisata Rekomendasi Menparekraf

Dikutip dari infopublik.id, Kamis, 28 Juli 2022, tujuan dari program rehabilitasi Benteng Pendem itu untuk menjaga kelestarian bangunan cagar budaya yang dibangun pada sekitar Tahun 1840.

Selain itu juga rehabilitasi dilakukan guna meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Ngawi.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan rehabilitasi itu dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo saat beliau mengunjungi Benteng Pendem pada 1 Februari 2019 silam.

“Karena kawasan Benteng Pendem itu merupakan cagar budaya, penataannya harus dilakukan secara hati-hati agar nilai kulturalnya tetap terjaga,” kata Menteri PUPR Basuki seperti dikutip infopublik.id.

Sementara, Kepala Balai Besar Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur M. Reva Sastrodiningrat mengatakan, saat ini pekerjaan revitalisasi sudah hampir 92 persen dengan seluruh pekerjaan pada bangunan utama yang sudah hampir selesai dan tinggal penyelesaian pekerjaan bangunan tambahan.

“Sisa pekerjaan saat ini yakni pembangunan 5 toilet umum, jalur pedestrian sekitar kawasan yang bisa dimanfaatkan juga untuk joging, dan pekerjaan lansekap. Target tuntas 100 persen akhir Desember 2022, lebih cepat dari rencana kontrak selesai pada Januari 2023,” terang Reva.

Baca Juga :  Cara Bupati Ra Fauzi Dorong Geliat Wisata Desa

Selebihnya, Reva juga menyebutkan akan meningkatkan penghijauan di kawasan Benteng Pendem dengan tetap berkoordinasi bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim.

“Ke depannya diharapkan dapat dijadikan wisata edukasi sejarah cagar budaya yang dilengkapi dengan papan informasi penjelasan pada setiap sudut ruangannya,” ujarnya.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, sangat bersyukur dan berterima kasih atas rehabilitasi Benteng Pendem yang dilaksanakan Kementerian PUPR atas instruksi Presiden Jokowi.

“Mudah-mudahan dapat menjadi salah satu ikon cagar budaya di Ngawi dalam rangka mengedukasi sejarah kepada masyarakat, terutama terkait perlawanan pejuang bangsa Indonesia dalam mengalahkan penjajah,” ujar Ony.

Baca Juga :  Bakwan Jagung Ala Manado, Cemilan Irit Biaya Bikin Suasana Kumpul-kumpul Makin Ceria

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jatim Andi Muhammad Said memastikan bahwa rehabilitasi yang dilakukan telah dilakukan sesuai aturan pemeliharaan cagar budaya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan termasuk pengaturan drainase yang secara teknis juga peninggalan Belanda.

“Terkait dengan penghijauan, ada beberapa yang harus diperhatikan terutama jenis tanaman yang akan ditanam apakah akarnya dapat berpotensi merusak bangunan sekitar. Juga diutamakan harus jenis tanaman endemik atau tanaman asli yang sudah ada di sini,” jelas Said.

Untuk diketahui, Rehabilitasi Benteng Pendem Ngawi mulai dikerjakan sejak 10 Desember 2020 dengan melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp113,7 miliar digunakan untuk merehabilitasi 13 bangunan di dalam kompleks Benteng serta penataan Kawasan Inti Benteng.(*)


Penulis : Ebet

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Nikmati Keindahan Air Terjun Basoka, Pesona Alamnya Bikin Betah
Liburan Sambil Lihat Ikan Koi? Datang ke Lebeng Timur Sumenep
Tapakerbau, Kampung Otak-otak Bandeng Disiapkan Jadi Ikon Kuliner Sumenep
Jelajahi “Amazon-nya Madura” di Wisata Susur Sungai Saroka, Destinasi Baru yang Wajib Dikunjungi
Rempeyek: Dari Dapur Tradisional ke Meja Makan Modern
Wajah Baru Wisata Bukit Tinggi Sumenep
Sambut Ramadan 1446, Arinna Cafe and Resto Sumenep Hadirkan Menu Baru Serba Steak
Lebih Dekat dengan Myze Hotel Ujung Timur Pulau Madura

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:11 WIB

Nikmati Keindahan Air Terjun Basoka, Pesona Alamnya Bikin Betah

Minggu, 18 Januari 2026 - 00:19 WIB

Liburan Sambil Lihat Ikan Koi? Datang ke Lebeng Timur Sumenep

Kamis, 13 November 2025 - 21:10 WIB

Tapakerbau, Kampung Otak-otak Bandeng Disiapkan Jadi Ikon Kuliner Sumenep

Sabtu, 27 September 2025 - 10:40 WIB

Jelajahi “Amazon-nya Madura” di Wisata Susur Sungai Saroka, Destinasi Baru yang Wajib Dikunjungi

Jumat, 4 Juli 2025 - 21:13 WIB

Rempeyek: Dari Dapur Tradisional ke Meja Makan Modern

Berita Terbaru

Ramadan 1447 H, JMSI Sumenep Santuni Anak Yatim dan Janda (Foto: Ist)

Daerah

Ramadan 1447 H, JMSI Sumenep Santuni Anak Yatim dan Janda

Senin, 9 Mar 2026 - 19:42 WIB

Cara Menko PM Kampanyekan Hidup Sehat di Bulan Ramadan (Foto: Ist)

Nasional

Cara Menko PM Kampanyekan Hidup Sehat di Bulan Ramadan

Minggu, 8 Mar 2026 - 20:00 WIB