SUMENEP, NOLESA.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep terus mematangkan sejumlah langkah strategis guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah di sepanjang tahun 2026.
Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor-sektor unggulan lokal yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M. Si., IPU., ASEAN. Eng, menyatakan bahwa penguatan ekonomi menjadi salah satu prioritas dalam dokumen perencanaan pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil merupakan kunci utama dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga di ujung timur Pulau Madura.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat strategi pembangunan yang berorientasi pada pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan ruang bagi pengembangan sektor UMKM dan pertanian,” kata Kaban Arif, Jumat, 2 Januari 2026.
Arif menjelaskan bahwa Bappeda berperan dalam menyinergikan program antar instansi agar kebijakan yang diambil saling mendukung.
Ia menilai, potensi besar yang dimiliki Sumenep di sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian harus dikelola dengan perencanaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Strategi kami ke depan adalah bagaimana memastikan infrastruktur yang kita bangun bisa terkoneksi langsung dengan sentra-sentra ekonomi. Dengan begitu, arus distribusi barang dan jasa menjadi lebih lancar dan biaya logistik bisa ditekan,” tambahnya.
Selain itu, Arif juga menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.
Bappeda Sumenep terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pemasaran produk lokal agar jangkauan pasar pelaku usaha di Sumenep semakin luas.
“Harapan kita, dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumenep tahun ini bisa menunjukkan tren positif yang signifikan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya. (*)
Penulis : Rusydiyono










