SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur berkomitmen untuk menguatkan literasi keuangan masyarakat.
Karena itu, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo terus mendorong Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), turun lapangan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Atas perintah Bupati Fauzi, TPAKD Kabupaten Sumenep kembali melakukan sosialisasi dan edukasi produk keuangan perbankan dan asuransi kepada tiga Kelompok Tani (Poktan), di Desa Manding Laok Kecamatan Manding, Jumat, 12 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
TPAKD Kabupaten Sumenep terdiri dari Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), BPRS Bhakti Sumekar dan BPJS Ketenagakerjaan.
Tujuan sosialisasi ini yang agar program yang belum diketahui oleh masyarakat, khususnya para petani bisa tersampaikan langsung.
Bupati Fauzi mengapresiasi langkah TPKAD yang terus memberikan pemahaman tentang literasi keuangan kepada masyarakat.
“Tentu ini sangat bermanfaat, karenanya saya sangat mengapresiasi sosialisasi ini,” ujar Bupati Fauzi, Jumat, 12 Juni 2026.
Terpisah, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, Silviana Halidah Novtrisia, menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang produk perbankan dan perlindungan sosial, khususnya kepada para kelompok tani di Desa Manding Laok.
“Melalui sosialisasi dan edukasi program pembiayaan bersama perbankan syariah, serta program pembiayaan yang bisa meng-cover kebutuhan para petani, serta dari Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan program perlindungan jaminan sosial,” jelasnya.
Dikatakan, sosialisasi dan edukasi berkaitan dengan literasi keuangan perbankan dan pembiayaan dari BPRS Bhakti Sumekar memiliki program pembiayaan sangat penting dalam membantu para petani, untuk mendapatkan pinjaman tanpa bunga, serta program pembiayaan lainnya yang bisa membantu masyarakat, karena selama ini banyak terjebak pinjaman dari rentenir bahkan pinjaman online (pinjol).
“Selain itu, kami hadirkan pula dari BPJS Ketenagakerjaan dengan beberapa program asuransi bagi masyarakat yang memiliki pekerjaan risiko tinggi termasuk para petani untuk mendapatkan perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Silviana usai acara. (*)
Penulis : Rusydiyono









